Kuliner Khas Pantai Padang yang Menggugah Selera Wisatawan

by -
Kuliner Khas Pantai Padang yang Menggugah Selera Wisatawan

Kuliner Khas Pantai Padang yang Menggugah Selera

Pantai Padang tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga berbagai kuliner khas yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Salah satu yang paling diminati adalah Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik. Kedua jajanan ini bukan sekadar makanan ringan, melainkan bagian dari cerita kuliner yang hidup di sepanjang pesisir Purus.

Karupuak Leak: Camilan Sederhana dengan Rasa Istimewa



Karupuak Leak memiliki bentuk bulat dengan warna kuning pucat hingga terang. Bahan utamanya adalah ubi singkong. Sebelum diberi toping mie tipis atau bihun goreng dan kuah sate, namanya masih kerupuk ubi. Namun setelah diberi toping tersebut, berganti menjadi kuliner dengan nama Karupuak Leak.

Kata “Leak” dalam bahasa Minang berarti berserakan, tumpah atau tidak presisi. Nama ini diberikan karena kuah sate dituangkan tanpa beraturan lalu diberi toping bihun goreng di atas kerupuk ubi. Campuran ini menyajikan rasa gurih dan pedas yang cocok untuk dinikmati saat menikmati deburan ombak menjelang senja.

Baca Juga:  UPT INJAJEM Wilayah V Leuwiliang Pemeliharaan Jembatan

Harga Karupuak Leak sangat ramah di kantong. Pedagang Febi menyebut harga mulai dari Rp5.000 untuk dua paket ukuran kecil. Untuk kerupuk dengan diameter 25 sentimeter, dijual Rp5.000 satu paket. Proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan kuah sate menggunakan bahan seperti tepung terigu, cabai, bumbu masakan kambing, penyedap, kunyit, jahe, lengkuas, dan lainnya. Setelah bumbu dihaluskan, adonan dimasak hingga kental dan berwarna kuning. Kerupuk ubi digoreng hingga mengembang, sedangkan mie atau bihun direbus dan digoreng dengan campuran bumbu. Akhirnya, kuah sate disiram di atas kerupuk ubi dan diberi toping bihun goreng.

Langkitang Cucuik: Makanan Berbahan Siput Air Tawar

Langkitang Cucuik adalah kuliner yang berbahan baku siput air tawar. Warna cangkangnya hitam legam dengan tekstur keras berbentuk kerucut panjang (spiral). Di balik kerasnya cangkang, terdapat daging yang kenyal di dalamnya. Pedagang Ayu mengatakan bahwa siput ini biasa ia beli di pasar dengan harga Rp10.000 per liter. Dalam sehari, ia bisa menjual 10 liter Langkitang Cucuik kepada wisatawan.

Baca Juga:  Marini Zumarnis, 20 Tahun Perjalanan Karir Artis Terkenal karena Peran Bidadari, Tetap Eksis Meski Berhijab

Proses memasak siput ini dimulai dari memotong bagian ekor atau cangkang berbentuk spiral. Setelah dipotong, siput langkitang akan ditumbuk menggunakan kayu panjang dengan ujung yang tumpul untuk mengeluarkan lendir dan lumpur yang masih menempel. Setelah dibersihkan, bumbu seperti santan, cabai, kunyit, lengkuas, jahe, bawang merah, dan bawang putih dihaluskan dan dicampur ke dalam kuali atau wajan. Masakan ini dimasak dengan api besar hingga isi dari siput lengkitang keluar, menandakan bahwa kuliner tersebut telah matang.

Harga per porsi Langkitang Cucuik adalah Rp10.000. Cara makannya adalah dengan dihisap menggunakan mulut. Meski proses memasaknya cukup lama, harga yang ditawarkan tetap terjangkau.

Ramai Saat Libur Sekolah

Penjualan dua kuliner ini di lokasi wisata Pantai Padang membawa keberkahan bagi pedagang. Keuntungan dapat diraih pada momen tertentu, terutama saat libur sekolah. Wisatawan dari berbagai daerah datang ke Pantai Padang, tidak hanya untuk menikmati pemandangan pantai dan angin yang sepoi-sepoi, tetapi juga untuk mencari kuliner khas.

Bagi Aina, salah satu wisatawan asal Solok yang bekerja di Padang, menikmati keindahan pantai menjelang senja tidak lengkap jika tidak mencicipi Karupuak Leak dan Langkitang Cucuik. Ia mengaku sering makan di bebatuan ataupun duduk di atas kursi yang sudah disediakan oleh pedagang.

Baca Juga:  Malaysia Airlines di Tembak 100 Jenazah Ditemukan di Dekat Lokasi Jatuhnya Pesawat

Pedagang Febi mengaku penjualan kuliner ini meningkat pesat selama libur sekolah. Ia menyebut peningkatan mencapai 50 persen dibandingkan hari biasa. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan sekitar 50 keping Karupuak Leak atau dua toples yang sudah disiapkan sebelumnya. Meskipun pada hari biasa jumlahnya tidak sebanyak itu, Febi mengaku beruntung karena penjualan bisa meningkat saat libur sekolah.