Mengenal Parikan Cirebon: Pantun Tradisional yang Unik

by -
by
Mengenal Parikan Cirebon: Pantun Tradisional yang Unik

JABARMEDIA – Parikan atau wangsalan adalah salah satu bentuk pantun tradisional yang sangat dikenal di daerah Cirebon. Karya sastra ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarat makna dan pesan yang bisa dipetik oleh para pendengarnya. Parikan biasanya ditulis dalam bahasa Cirebon, baik menggunakan ragam Ngoko/Bagongan yang merupakan bahasa sehari-hari, maupun Krama/Bebasan yang merupakan bahasa halus. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang parikan, serta menyajikan beberapa contoh dan artinya.

Parikan Asmara & Nyindir (Demenan)

Parikan asmara sering kali digunakan untuk mengekspresikan perasaan cinta, namun tidak jarang juga berisi sindiran yang halus. Berikut adalah beberapa contoh parikan yang mencerminkan tema asmara dan sindiran:

  1. Sing Megu tuku asbak, Isune wis nunggu, sirae bli nembak.

    Artinya: Dari Megu membeli asbak, saya sudah menunggu, kamunya tidak menyatakan cinta.

  2. Sing pasar kue marani Bakung, Demenan wis suwe wong tua bli mendukung.

    Artinya: Dari pasar itu menuju Bakung, sudah lama pacaran tapi orang tua tidak merestui.

  3. Iwak peda dirubung semut, Sedurung rangda aja direbut.

    Artinya: Ikan peda dikerubuti semut, sebelum jadi janda jangan direbut.

Baca Juga:  8 Jalan di Jakarta Bakal Ditutup Saat Kunjungan Raja Yordania, Ini Daftarnya

Parikan Lucu & Hiburan (Jenaka)

Selain tema asmara, parikan juga bisa berisi unsur humor yang menghibur. Berikut adalah beberapa contoh parikan lucu:

    1. Batu giok kalimaya, Lara boyok bli bisa mekaya.

      Artinya: Batu giok kalimaya, sakit pinggang tidak bisa mencari nafkah.

    2. Jangan ketewel walang sangit, Aja rewel engkoe akeh kang sengit.

      Artinya: Sayur nangka muda ada walang sangit, jangan rewel nanti banyak yang benci.

    3. Kolang-kaling gula jawa, Sebungkus olie papat. Wong jomblo kakehan gaya, Gilirane ditolak malah keder dewek.

Artinya: Kolang-kaling gula jawa, sebungkus isi empat. Orang jomblo kebanyakan gaya, giliran ditolak malah kebingungan sendiri.

Parikan Cirebon adalah suatu bentuk karya sastra yang tidak hanya menarik, tetapi juga menggambarkan kearifan lokal serta budaya yang kaya. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana namun penuh makna, parikan mampu menyampaikan pesan dan emosi dengan efektif. Semoga contoh-contoh di atas bisa memberikan inspirasi dan pemahaman lebih dalam mengenai parikan khas Cirebon.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.