Cianjur Kekurangan Guru Pelosok, Sekolah di Wilayah Selatan Terpaksa Rangkap Kelas

by -31 views
by
Cianjur Kekurangan Guru Pelosok, Sekolah di Wilayah Selatan Terpaksa Rangkap Kelas

JABARMEDIA – Dunia pendidikan di wilayah Jawa Barat bagian selatan tengah menghadapi tantangan serius. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur melaporkan situasi mengkhawatirkan akibat masalah Cianjur kekurangan guru pelosok yang mencapai ribuan personel untuk tingkat sekolah dasar dan menengah.

Tingginya Angka Pensiun Picu Krisis Tenaga Pendidik

Defisit jumlah tenaga pengajar di lingkungan pemerintah daerah ini terjadi akibat tidak seimbangnya laju regenerasi. Jumlah pegawai yang memasuki masa purna bakti atau pensiun setiap tahunnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan kuota personel baru.

Meski pemerintah pusat sebelumnya telah menggencarkan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu, langkah tersebut belum mampu menutupi kekosongan. Akibatnya, Kabupaten Cianjur saat ini masih kekurangan sedikitnya 1.400 guru PNS dan PPPK.

“Banyak guru yang pensiun sehingga Cianjur kini kekurangan sedikitnya 1.400 guru jenjang SD dan SMP. Kami sedang berupaya mencari solusi terbaik agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.

Baca Juga:  Desa Curug Bitung Kecamatan Nanggung Gelar Vaksinasi Dosis Pertama dan Kedua

Dampak Paling Parah di Wilayah Cianjur Selatan

Kondisi krisis ini paling dirasakan oleh lembaga pendidikan yang berada di area geografis terpencil dan pelosok. Keterbatasan jumlah aparatur pengajar memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat demi menyelamatkan pemenuhan hak belajar siswa.

Di sejumlah sekolah dasar di wilayah selatan, satu orang guru terpaksa merangkap tugas untuk mengajar di beberapa kelas sekaligus. Tidak jarang, mereka juga harus mengampu materi pelajaran yang bukan bidang keahlian utamanya karena tidak adanya pilihan lain.

Ketimpangan distribusi dan jumlah tenaga pendidik ini dinilai berpotensi menurunkan mutu serta efektivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jika tidak segera ditangani lewat intervensi kebijakan yang taktis.

Skema Pemetaan dan Redistribusi Guru Menuju Pelosok

Menyikapi masalah Cianjur kekurangan guru pelosok, Disdikpora kini tengah menyusun skema jangka pendek berupa pemetaan ulang tata letak personel. Pemerintah daerah berencana melakukan redistribusi guru dari sekolah-sekolah di wilayah perkotaan yang memiliki kelebihan pengajar menuju wilayah yang kekurangan.

Selain redistribusi fisik, penguatan sarana teknologi informasi juga terus dipertimbangkan untuk membantu efisiensi pembelajaran jarak jauh di masa mendatang. Langkah penataan ini diharapkan mampu memulihkan mutu pendidikan dasar secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

Baca Juga:  Tegar Beriman Championship: Ribuan Pesilat Unjuk Prestasi di Bogor

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.

No More Posts Available.

No more pages to load.