JABARMEDIA – Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata jaringan jalan dinamis. Proyek pembangunan infrastruktur pengurai kemacetan di wilayah Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal. Resmi dialihkan dari rencana awal struktur bawah tanah menjadi jembatan layang atau flyover Kebon Pedes Bogor.
Alasan Anggaran dan Efisiensi Konstruksi Fisik
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengungkapkan bahwa keputusan pengalihan skema ini didasarkan pada pertimbangan efisiensi anggaran daerah. Konstruksi layang dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan penataan ruang bawah tanah.
Selain biaya pengerjaan struktur fisik yang lebih terjangkau, skema jembatan layang ini juga secara drastis memangkas kebutuhan alokasi dana untuk pembebasan lahan warga. Faktor biaya pemeliharaan jangka panjang yang lebih ramah anggaran turut menjadi poin krusial dalam keputusan ini.
“Secara konstruksi ataupun secara pembebasan lahan mungkin lebih murah ya, terus lagi pemeliharaannya terutama,” jelas Juniarti Estiningsih saat memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan proyek Tanah Sareal tersebut, Kamis (8/10/2026).
Skema Sumber Pendanaan Lintas Pemerintah
Dalam pembagian tata kerja fisik di lapangan, Pemkot Bogor memegang tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan pembebasan lahan pada titik-titik koordinat pembangunan. Sementara itu, untuk seluruh pengerjaan fisik konstruksi utama akan dilimpahkan ke tingkat atas.
Otoritas terkait saat ini tengah mematangkan dua opsi sumber pendanaan utama untuk pengerjaan jembatan layang ini. Alternatif anggaran tersebut diharapkan bersumber penuh dari alokasi bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Atau kucuran dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum.
Pihak Dinas PUPR menambahkan bahwa detail jumlah bidang tanah serta estimasi total anggaran pembebasan lahan baru. Akan diketahui secara pasti setelah tahapan peninjauan ulang dokumen desain teknis atau Detail Engineering Design (DED) diselesaikan oleh tim ahli.
Penyelidikan Anggaran Awal Proyek Kebon Pedes
Sebelum keputusan pengalihan skema flyover Kebon Pedes Bogor ini diketok palu, Pemkot Bogor awalnya memproyeksikan dana hingga Rp50 miliar khusus untuk membebaskan sekitar 39 bidang tanah milik warga lokal demi kebutuhan koridor underpass.
Dengan adanya peninjauan ulang (review) DED ini, jadwal pembebasan lahan dipastikan mengalami penyesuaian regulasi. Sebelum nantinya Pemkot Bogor berkirim surat resmi kepada Pemprov Jawa Barat terkait kesiapan lahan fisik. Tujuannya untuk memulai pembangunan guna mengurai simpul kemacetan parah di perlintasan Tanah Sareal.









