JABARMEDIA – Langkah taktis langsung diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat. Mereka bergerak cepat melakukan perbaikan longsor Pamulihan di lintas jalan nasional, tepatnya di Tembok Penahan Tanah (TPT) Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, dan Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.
Langkah Darurat dan Penguatan Lereng Ciptasari
Kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi belakangan ini memicu pergerakan tanah di kawasan tebing jalan nasional Bandung–Cirebon tersebut. Guna meminimalkan risiko longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar, tim gabungan telah memasang terpal pelindung serta melakukan penguatan lereng sementara.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, meninjau langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan keselamatan warganya. Pemerintah daerah menegaskan bahwa titik ini menjadi prioritas karena berada di jalur utama mobilitas masyarakat lintas kabupaten.
“Untuk penanganan sementara di Ciptasari, kami sudah memasang terpal guna menekan risiko longsor susulan. Penguatan lereng, penataan aliran air, dan perbaikan pondasi area rumah warga mulai kami intervensi secara darurat demi keamanan bersama,” ujar Bupati Dony saat memantau lokasi perbaikan.
Komitmen BBPJN dan Jadwal Perbaikan Permanen
Mengingat jalur nasional dari Jatinangor hingga Tomo ini berada di bawah wewenang pusat. Pemkab Sumedang terus memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait. Perwakilan BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Grace Agustin, menyatakan pihaknya berkomitmen penuh menjaga stabilitas jalur vital ini selama masa transisi sebelum proyek utama berjalan.
Penanganan komprehensif di titik longsor ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berupa penanganan darurat menggunakan kantung pasir (sand bag), rucuk bambu, dan pembenahan talang air. Tahap berikutnya adalah rekonstruksi total bangunan penahan tebing.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN mengonfirmasi bahwa alokasi anggaran khusus telah disiapkan. Proyek fisik untuk perbaikan longsor Pamulihan dan Ciherang secara permanen dijadwalkan mulai dikerjakan pada Januari 2027 mendatang.
Imbauan Keselamatan untuk Pengguna Jalan
Pemerintah Desa Ciptasari menyambut baik langkah tanggap darurat ini mengingat ancaman longsor tebing setinggi 10 meter. Sebelumnya sempat mengganggu arus lalu lintas dan mengancam rumah kepala keluarga di sekitar area terdampak. Selama proses pembenahan lereng berjalan, petugas pengawas disiagakan selama 24 jam untuk memantau pergerakan tanah di lokasi.
Para pengendara yang melintasi jalur Sumedang–Bandung diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rambu-rambu pembatas jalan yang dipasang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, terutama saat terjadi hujan lebat di sore dan malam hari.







