Pipa Air Terputus dan 120 Rumah Rusak, Penanganan Banjir Bandang Kota Padang Dipercepat

by -5 views
Pipa Air Terputus dan 120 Rumah Rusak, Penanganan Banjir Bandang Kota Padang Dipercepat

JABARMEDIA – Pemerintah pusat bersama otoritas daerah bergerak cepat memulihkan kawasan terdampak bencana di Sumatra Barat. Langkah tanggap darurat pasca-terjangan banjir bandang Kota Padang kini difokuskan pada pembangunan tanggul pengaman darurat serta perbaikan total jaringan logistik air bersih yang sempat terputus, Selasa (13/10/2026).

Kerusakan Jaringan SPAM dan Pemukiman di Tiga Kecamatan

Bencana hidrometeorologi yang melanda ibu kota Provinsi Sumatra Barat sejak akhir pekan lalu menyisakan dampak kerusakan infrastruktur yang cukup masif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi luapan sungai merendam sedikitnya 120 unit rumah warga serta memaksa 672 jiwa mengungsi ke tempat aman.

Wilayah terdampak parah tersebar secara dinamis di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Selain menghancurkan pemukiman, terjangan air bah juga merusak fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lokal, di mana pipa transmisi air bersih sepanjang 1,5 kilometer dilaporkan patah dan terputus total.

“Pemerintah bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas warga di lokasi terdampak menjadi prioritas utama kami saat ini,” tegas Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat memantau progres pemulihan infrastruktur secara berkala, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:  15 resep kue kering praktis, coba sekarang!

Pembangunan Tanggul Darurat 3 Meter di Lapau Munggu

Menyikapi urgensi di lapangan, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah merampungkan konstruksi fisik awal berupa benteng pertahanan aliran air. Petugas membangun tanggul darurat setinggi 3 meter di titik jebolnya Sungai Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.

Konstruksi tanggul pengaman sementara tersebut dipercepat menggunakan dukungan 3 unit ekskavator yang dikerahkan secara bertahap sejak Minggu kemarin. Langkah taktis ini dinilai krusial guna mengantisipasi ancaman luapan air susulan mengingat curah hujan di wilayah hulu perbukitan Padang masih fluktuatif.

Guna mengatasi krisis pasokan air minum akibat rusaknya pipa transmisi, otoritas kebencanaan menyiagakan 5 unit mobil tangki air bersih. Armada tersebut bergerak dinamis mendatangi posko-posko pengungsian serta pemukiman padat penduduk seperti Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun.

Skema Normalisasi Jangka Panjang dan Pengerukan Muara

Tindak lanjut penanganan pasca-bencana banjir bandang Kota Padang ini dipastikan akan berlanjut ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen. Kementerian PU menjadwalkan mobilisasi tambahan alat berat berskala besar mulai 15 Oktober mendatang. Tujuannya untuk melakukan normalisasi alur Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji.

Baca Juga:  Usai Pertemuan Empat Mata, Jokowi-JK Putuskan "Reshuffle" 6 Menteri

Rencana penataan struktur sungai tersebut mencakup peninggian tanggul permanen serta pendirian bangunan pengendara sedimen berupa sabo dam. Otoritas terkait juga memulai proyek pengerukan endapan lumpur di kawasan muara sungai per 13 Oktober ini,. Dengan target penyelesaian selama dua bulan ke depan.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mandiri. Warga diminta terus memperbarui data peringatan dini cuaca dari BMKG. Terutama saat awan konvektif tebal mulai menyelimuti wilayah perbukitan pada sore hari.