Tukang Becak Pasar Citeureup Terima Becak Listrik dari Presiden Prabowo

by -241 views
by
Tukang Becak Pasar Citeureup Terima Becak Listrik dari Presiden Prabowo

JABARMEDIA – Suwondo (55), seorang pengayuh becak di kawasan Pasar Citeureup Kabupaten Bogor, kini merasakan kebahagiaan setelah menerima bantuan becak listrik gratis. Bantuan ini merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meringankan beban para pengayuh becak konvensional. Setelah dua dekade mengandalkan kekuatan fisik untuk mencari nafkah, Suwondo kini dapat bekerja dengan kendaraan bertenaga listrik.

Rasa syukur mendalam diungkapkan Suwondo atas perhatian yang diberikan oleh Presiden. Bantuan ini bukan sekadar kendaraan baru, melainkan juga simbol harapan bagi para pengayuh becak yang selama ini berjuang dengan keterbatasan fisik. Program serupa juga telah memberikan dampak positif bagi banyak pengemudi becak di berbagai daerah, seperti yang terlihat pada bantuan becak listrik di Indramayu.

Dengan penuh rasa syukur, Suwondo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Terima kasih untuk Bapak Presiden telah memberikan becak gratis untuk kami para tukang becak,” ungkap Suwondo.

Ia mengaku sangat senang mendapatkan bantuan tersebut. Pasalnya, setelah puluhan tahun mengayuh becak secara manual, kini dirinya dapat bekerja dengan kendaraan yang menggunakan tenaga listrik sehingga tidak perlu mengeluarkan tenaga sebesar saat menggunakan becak konvensional.

Baca Juga:  Pemudik di Cianjur Masih Padat di H+5 Lebaran

“Ya, senang sekali. Beda sih, soalnya ini kayak naik motor. Kalau gowes kan harus mengeluarkan tenaga gede,” tuturnya.

Proses Pendataan dan Adaptasi Penggunaan

Suwondo, yang sehari-hari mangkal di kawasan Pasar Citeureup, mengungkapkan bahwa proses pendataan untuk mendapatkan bantuan becak listrik tersebut terbilang sederhana. Ia hanya diminta melampirkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kemarin diproses, didata dulu. Syaratnya cuma KTP doang,” jelasnya.

Meski demikian, Suwondo mengaku masih perlu beradaptasi dengan penggunaan becak listrik, terutama dalam mengendalikan kecepatan kendaraan. Ia berharap dapat segera terbiasa mengoperasikan armada barunya agar tetap aman dan nyaman saat melayani penumpang.

“Kalau pakai gas, kalau terlalu kencang kan kadang-kadang jadi masalah kecepatan,” katanya.

Pertimbangan Tarif dan Harapan ke Depan

Terkait tarif angkut penumpang, Suwondo memastikan akan tetap mempertimbangkan jarak perjalanan dan kemampuan pelanggan. Selama ini, tarif yang diberlakukannya berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

“Nggak ada tarif pasti. Kalau agak jauh paling Rp10.000, kalau yang lebih jauh lagi paling mahal Rp15.000. Tergantung jarak,” jelasnya.

Baca Juga:  Hidup Makmur, 5 Weton Ini Akan Kebanjiran Uang di Agustus 2025

Ia juga berharap kehadiran becak listrik tidak membuat pelanggan merasa terbebani dengan kenaikan tarif. Sebab, sebagian besar penumpangnya merupakan pelanggan lama yang sudah terbiasa menggunakan jasa becak di kawasan Pasar Citeureup. Bagi Suwondo, bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo menjadi harapan baru untuk terus bekerja dan mencari nafkah tanpa harus mengandalkan kekuatan fisik sebesar sebelumnya. Setelah 20 tahun mengayuh becak konvensional, ia kini menyambut babak baru dengan penuh rasa syukur dan optimisme.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.

No More Posts Available.

No more pages to load.