Hari Ini Puncak Arus Mudik

by -7 views

Arus mudik pada H-4 Lebaran di sepanjang pantai utara (pantura) Jawa Barat dan Jawa Tengah, kemarin, meningkat signifikan.

Bahkan di Kabupaten Brebes, tepatnya di pertigaan Pejagan dan di pintu keluar tol Pejagan, sudah terjadi kemacetan panjang akibat tingginya jumlah kendaraan pemudik. Diperkirakan volume kendaraan terus meningkat hingga H-3 hari ini.Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan, berdasarkan pengalaman arus mudik sebelumnya, lonjakan pemudik terjadi pada H-3 Lebaran.

“Makanya, supaya tidak stuck di H-3,para pemudik diimbau mengatur waktunya. Dengan lonjakan pemudik yang besar, sedangkan kapasitas jalan tidak mencukupi, maka terjadi stuck di jalur-jalur mudik,” ujar Nanan saat melakukan kunjungan kerja ke Cirebon kemarin.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan dari arah Jakarta yang melewati pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami lonjakan sejak Selasa (14/8) malam.Volumenya terus menunjukkan peningkatan hingga tadi malam. Bahkan di gerbang tol Cikopo sudah terjadi antrean panjang kendaraan. Polisi pun terpaksa memberlakukan buka tutup di Pertigaan Cikopo guna mengurangi kepadatan lalu lintas di pantura.

Sebagian kendaraan pun dialihkan ke jalur tengah, yakni Cikopo–Sadang–Subang–Cikamurang– pantura. “Kondisinya tidak memungkinkan memaksakan kendaraan masuk pantura jika di lokasi itu sudah padat. Lihat saja ekor sampai ke Pertigaan Cikopo.Akan tetapi, jika di sejumlah titik kemacetan di pantura sudah teratasi, jalur ini kembali kita buka,”ungkap Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Agus Wahyudi.

Pengalihan yang diberlakukan mulai 18.00 hingga 20.00 WIB mengakibatkan kepadatan di jalur tengah. Di Simpang Empat Sadang bahkan sempat terjadi kemacetan sebagai dampak pertemuan arus kendaraan dengan pemudik yang keluar dari gerbang tol Sadang. Kondisi diperparah dengan banyaknya masyarakat yang beraktivitas di sekitar pusat perbelanjaan Sadang Terminal Square (STS).

Parkir kendaraan bermotor dan angkutan menghabiskan bahu jalan. Tidak mau terjadi kemacetan di Simpang Empat Sadang, anggota kepolisian berusaha mengatasi kemacetan. Traffic light sama sekali tidak difungsikan, petugas mengatur dengan cara manual. Adapun arus kendaraan dari pantura menuju tol Cikampek harus dialihkan melalui Kawasan Bukit Indah (KBI) dan kemudian masuk tol lewat gerbang tol Kalihurip.

Hal ini terjadi karena 14 gardu di gerbang tol Cikampek semuanya difungsikan sebagai pintu keluar. Sekitar pukul 20.00 WIB, jalur Cikopo–Mutiara–Jomin–Pantura berhasil teratasi sehingga rute itu kembali dibuka. Sementara pantauan di Subang menyebutkan lonjakan arus kendaraan mulai terjadi sejak Selasa malam hingga 03.00WIB kemarin.Kendaraan yang dominan adalah roda dua yang berasal dari Jakarta.

Kanit Patroli Pospam Sukamandi, Ipda Dulapi RE, menjelaskan, kepadatan arus kendaraan terutama terjadi di kawasan pasar harian Subang,yakni Pasar Sukamandi, Pasar Ciasem, dan Pasar Pamanukan. ”Jika siang hari kami mulai membuka titik putar (U turn) bagi pengguna jalan. Memasuki malam seperti ini, kami mulai menutup kembali dan mengecek bila saja ada pembongkaran titik putar oleh warga,”ucapnya.

Adapun posko Dishubkominfo Kabupaten Indramayu di lingkar Lohbener juga melaporkan peningkatan kendaraan yang drastis. Kendaraan yang melintas masih didominasi roda dua dengan jumlah ratarata mencapai 7.000 kendaraan per jam. Sekitar 08.00 hingga 09.00 WIB, jumlahnya sempat mencapai 9.247 kendaraan. ”Jumlah kendaraan yang menembus angka 9.000 merupakan yang tertinggi selama arus mudik hingga H-4,” ungkap Yayan Indrayani, petugas penghitungan posko Dishubkominfo Indramayu kemarin.

Kendaraan roda empat juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu mencapai 2.700 kendaraan per jam. Padahal pada hari-hari sebelumnya hanya mencapai 1.000–1.500 kendaraan roda empat yang melintas. Kondisi sama juga terpantau di pos mudik Weru Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon.

Di wilayah ini peningkatan terjadi mulai pagi hari sekitar pukul 07.00–08.00 WIB dengan volume kendaraan yang menuju Jawa Tengah (Jateng) 5.308 unit dan ke arah Jakarta 5.618 unit. “Sebelumnya, jumlah kendaraan hanya berkisar 1.000– 2.000 unit saja, sedangkan puncak volume kendaraan terjadi pukul 11.00–12.00 WIB dengan jumlah kendaraan ke Jateng 12.166 unit dan ke arah Jakarta 3.656 unit,” tutur petugas pos Weru Dishub Kabupaten Cirebon,Hasanudin,kemarin.

Kemacetan juga sudah terjadi di wilayah Brebes, tepatnya di Pertigaan Pejagan dan di pintu keluar tol Pejagan hingga sepanjang lebih dari 2 km. Hal ini terjadi lantaran banyaknya kendaraan yang keluar dari tol Kanci–Pejagan.Para pemudik menganggap dengan melewati tol, berarti tidak ada kemacetan. Namun,kenyataannya ruas tol justru macet dibandingkan jalur pantura.

Akibat kemacetan tersebut, kendaraan baik roda dua atau lebih yang hendak ke Tegal, Purwokerto, Yogyakarta melalui Ketanggungan Brebes terpaksa tertahan di Pertigaan Pejagan karena banyaknya kendaraan roda empat atau lebih yang keluar dari tol Pejagan. Kondisi itu memaksa petugas polisi mengalihkan jalur Pejagan–Ketanggungan ke arah Tanjung Brebes.

Adapun kendaraan yang keluar dari tol Pejagan melalui pantura juga tertahan hingga sekitar 2 km. Praktis, terjadi penumpukan kendaraan pada jalan menuju pantura tersebut. Kasat Lantas Polres Brebes AKP Harry Ardianto mengatakan, adanya kemacetan di Simpang Tiga Pejagan ini karena banyaknya kendaraan yang datang dari arah barat melalui tol Pejagan.“Kalau penumpukan kendaraan di tol terus terjadi, imbasnya Pejagan jadi macet seperti ini,” kata Kasat Lantas yang ditemui saat tengah mengatur arus kemacetan lalu lintas di Pertigaan Pejagan kemarin.

Ribuan pemudik roda dua dan roda empat dari arah Jakarta yang melintasi pantura terhambat di pasar tumpah Pesalaran Kecamatan Plered,Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat pedagang berjualan di bahu jalan. Asna,salah seorang pemudik asal Jakarta tujuan Kuningan, kepada wartawan di Cirebon, mengatakan, memasuki H-4 arus mudik Lebaran di jalur utama pantura meningkat.Titik kemacetan seperti pasar tumpah Pesalaran menyebabkan ribuan pemudik terhambat.

Meski petugas pengamanan Lebaran di pasar tumpah Pesalaran siaga mengamankan pemudik,karena jumlah pedagang dan pembeli cukup ramai dan ada penyempitan jalan, antrean kendaraan dari arah Jakarta tetap menumpuk. Roby, pemudik lain, menambahkan, pasar tumpah sepanjang jalur utama pantura masih menjadi penyebab kemacetan. Karena itu, ia berharap hal tersebut segera dibenahi supaya pemudik nyaman.

Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Surya Negara kepada wartawan di gedung negara Bakorwil Cirebon saat melakukan rapat koordinasi arus mudik mengatakan,pasar tumpah di daerah pantura mulai dari Kawarang,Subang,Indramayu hingga Cirebon masih menjadi titik simpul kemacetan,termasuk Pasar Pesalaran Plered hingga pasar kue.”Kepadatan arus lalu lintas (terjadi) setelah pasar kue Plered.Pemudik dihadapkan pada pertemuan kendaraan dari arah Indramayu di pertigaan Kedawung. Sebaiknya mereka memanfaatkan jalan alternatif, ”katanya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Putut Bayu Seno meminta semua anggota di lapangan bekerja keras mengatur dan mengamankan sejumlah titik simpul kemacetan di pasar tumpah, terutama di Pasar Tegal Gubug Kecamatan Arjawinangun.” Sedangkan dari arah alternatif Karang Ampel kepadatan arus terjadi di Pasar Celancang,” katanya. asep supiandi/tomi indra /akrom hazami/ erika lia/antara

Sumber : www.seputar-indonesia.com