“Lex dan Teten Jadi Kelemahan Bagi Dede Yusuf dan Rieke”

by -9 views
Foto:(ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merilis hasil survei terbaru Pilkada Jawa Barat. Dari hasil survei, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar memiliki potensi sebagai pemenang. Namun, Dede Yusuf tercatat sebagai calon gubernur yang paling populer.

Dari sisi elektabilitas, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menempati urutan pertama, dengan raihan 34,8 persen. Sedangkan Dede Yusuf-Lex Laksmana, dengan elektabilitas sebesar 21,2 persen.

Sedangkan popularitas Dede Yusuf mencapai 96,4 persen. Ahmad Heryawan malah berada di peringkat ketiga dengan 92,5 persen, setelah Rieke Dyah Pitaloka yang tercatat sebesar 93,4 persen.

Bila dianalisa dari hasil itu, baik dari sisi elektabilitas, popularitas dan tingkat kesukaan, duet Aher-Deddy, menurut Puskaptis, adalah pasangan yang saling melengkapi. Aher unggul dari sisi elektabilitas yang mengisyaratkan masyakarat Jabar masih menginginkan Aher kembali memimpin.

“Ini diperkuat oleh popularitas Deddy Mizwar. Jadi saling menambal,” kata Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, dalam siaran persnya yang diterima VIVAnews Minggu, 18 November 2012.

Sementara Dede Yusuf kelemahannya terletak pada sosok Lex Laksamana, mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jabar. Lex dianggap belum mengakar sampai ke bawah, dan hanya populer di kalangan menengah-atas.

Begitu pun dengan Rieke. Pasangan Rieke, Teten Masduki, juga dianggap masih populer di media dan kalangan kelas menengah-atas.

“Dede sekalipun unggul dari sisi popularitas tapi bila digabungkan dengan Lex menurun. Kalau Aher-Deddy saling mengisi,” kata dia.

Survei Puskaptis juga mencatatkan tingkat pengetahuan masyarakat Jabar tentang Pilkada, baru mencapai 88,7 persen. Responden yang mengatakan tidak tahu sebanyak 6,5 persen. Sertaa yang menyatakan masih bingung 4,8 persen.

“KPU harus bekerja keras lagi mensosialisasikan Pilkada. Begitu pun dengan partai dan pasangan calon, juga pemerintah setempat,” kata Husin.

Ditambahkannya, Pilkada Jabar adalah hajatan politik yang memiliki posisi strategis. Karena dari sisi jumlah penduduk secara nasional, bumi parahiyangan itu, sangat besar.

“Penduduknya 18,7 persen dari populasi jumlah penduduk Indonesia. Dan bila ditarik, jumlah penduduk Jabar itu sama dengan jumlah penduduk dari Aceh hingga Sumsel, sama dengan jumlah penduduk di 9 provinsi,” ujar dia.

Survei Puskaptis sendiri, kata Husin, dilaksanakan pada 12-16 November 2012. Jumlah responden yang disurvei sendiri sebanyak 1200 orang.

“Survei menggunakan metode multi-stage random sampling, dengan margin error lebih kurang 2,5-2,8 persen. Dan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen,” kata dia.

Sumber:viva.co.id