Proyek Monorel Jakarta Pakai Kereta Made in China

by -7 views

monorel-cinaKereta monorel ‘made ini Bekasi’ tampaknya belum dilirik oleh pengembang monorel DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Monorail. Pihak Jakarta Monorail yang mengembangkan rute lama monorel DKI melirik produk kereta monorel buatan Chongqing China.

“Chongqing Monorail, mereka belajar memproduksi monorel dari Hitachi (Jepang) dan di China kapasitas lebih besar. Di sana mereka bisa menyeberang sungai terpanjang di China tetapi kami lihat kapasitas penumpang lebih luas,” kata juru bicara PT Jakarta Monorail Bovanantoo dalam acara Monorel untuk Jakarta Baru di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Bovanantoo menambahkan monorel Chongqing bisa mengangkut hingga 800 ribu penumpang per hari. Sampai saat ini, pihak Jakarta Monorail sedang menghitung estimasi biaya yang dibangun untuk membangun kembali tiang-tiang monorel Jakarta yang teronggok sejak 2006.

“Estimasi biaya untuk investasi terdiri dari konstruksi, kereta, signaling, mechanical, dan lain-lain. Untuk panjang 30 km estimasi biaya adalah sebesar Rp 6,9 triliun,” imbuhnya.

Nilai proyek Rp 6,9 triliun ini sudah termasuk biaya konstruksi dan biaya suku bunga bank yang termasuk biaya investasi. Bovanantoo melihat biaya sipil menghabiskan 20% dan kereta 31%, dan lain-lain.

“Investasi akan dihitung ulang kmbali. Dengan konsep 70:30 yaitu perbankan (70%) dan kami sendiri (30%). 2013, Kita akan progres dan gelontorkan dana 20%. Sedangkan 2014 dan 2015 kita akan genjot lebih besar dan 2016 adalah proyek akhir. Nilai investasi secara keseluruhan mencapai US$ 750 juta,” jelasnya.

Namun Bovanantoo kembali menegaskan, alasan melirik monorel Chongqing. Bila dibandingkan dengan monorel seperti Hitachi (Jepang) dan Schumi (Malaysia) juga monorel lokal (MBW), Chongqing lebih unggul dari sisi kapasitas penumpang.

“Chongqing itu bisa 800 ribu penumpang/hari. Hitachi juga kapasitas cukup besar, Schumi tidak muat cukup besar. Monorel lokal belum sampai di situ. Situasi kemacetan harus diantisipasi dengan kapasitas terbesar,” tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia sudah mempunyai monorel lokal yang dibuat di Bekasi oleh PT Melu Bangun Wiweka (MBW). Menurut pencipta sekaligus President Director MBW Kusnan Nuryadi, perusahaannya akan menjual monorel buatannya dengan harga Rp 100-150 miliar/km.

Menurut Kusnan harga yang dipasang kepada calon pembeli sudah termasuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan, mulai dari keretanya, sinyal, dan sistem elektrifikasi. Kusnan menyebut harga ini relatif murah bila dibandingkan dengan monorel buatan negara lain yang bisa menghabiskan hingga Rp 300 miliar/km.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta membangun monorel, pertama dibangun oleh Jakarta Monorail yang membangun kembali tiang-tiang monorel yang terbengkalai. Lalu ada juga proyek monorel yang dibangun oleh PT Adhi Karya Tbk dengan rute yang menghubungkan kawasan Bekasi Timur, Cawang, Cibubur, hingga Kuningan Jakarta.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah akan melakukan proses uji kelaikan untuk monorel tersebut.

“Akan ada proses uji kelaikan, kemarin sudah bicara dengan BPPT dan Kemenperin untuk membuat standar dan proses uji kelaikannya,” ujar Bambang.
sumber: detik.com