Monorel Made in Bekasi Bakal Dilindungi SNI

by -20 views

monorel-bekasiKereta monorel ‘made ini Bekasi’ tampaknya belum dilirik oleh pengembang monorel DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Monorail. Pihak Jakarta Monorail yang mengembangkan rute lama monorel DKI melirik produk kereta monorel buatan Chongqing China.

“Chongqing Monorail, mereka belajar memproduksi monorel dari Hitachi (Jepang) dan di China kapasitas lebih besar. Di sana mereka bisa menyeberang sungai terpanjang di China tetapi kami lihat kapasitas penumpang lebih luas,” kata juru bicara PT Jakarta Monorail Bovanantoo dalam acara Monorel untuk Jakarta Baru di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Bovanantoo menambahkan monorel Chongqing bisa mengangkut hingga 800 ribu penumpang per hari. Sampai saat ini, pihak Jakarta Pemerintah bangga dan berjanji akan mendukung penuh produksi monorel lokal milik yang diproduksi di Bekasi. Bentuk dukungan yang dijanjikan pemerintah ialah menstandardisasi semua komponen monorel ini dengan standar nasional Indonesia (SNI).

Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun mengatakan, mayoritas komponen monorel besutan PT Melu Bangun Wiweka (MBW) ini berasal dari dalam negeri. Hanya sebagian kecil yang diperoleh dari hasil impor.

“Ada satu kebanggaan yang saya dapatkan waktu itu. Yaitu 80% TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri)-nya, artinya cuma 20% dari luar. Itu artinya apa, benar-benar monorel yang dia buat di sana itu mengandalkan kemampuan nasional kita,” kata Alex di acara Rapat Kerja Kementerian Perindustrian 2013 di Ruang Bina Karna, Kompleks Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

Kemarin Alex bersama Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono ke pabrik monorel ini di Bekasi, Jawa Barat.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah akan mendukung penuh monorel yang dinilai sebagai prestasi dalam negeri ini. Bentuk dukungannya adalah dengan membuat SNI untuk komponen monorel yang dibuat. Serta dengan mendorong keseluruhan komponen dapat diproduksi di dalam negeri.

“Kepentingan kita harus kandungan lokalnya semakin tinggi. Lalu SNI-nya berupaya untuk kita penuhi,” tambahnya.

Alex tidak menutup kemungkinan, pabrik monorel ini akan menjadi lebih besar lagi. Dengan dukungan yang diberikan, SNI yang diterapkan, bukan hal yang mustahil jika dunia luar bisa memesan monorel hasil karya anak bangsa ini.

“Menurut saya kalau 80% kandungan lokalnya maka kemungkinan ke depan kalau ada daya saing yang kuat maka orang luar bisa pesan dari kita itu. Oleh sebab itu kita bikin SNI-nya yang mantap dari semua komponennya itu, supaya kalau bisa diproduksikan secara massif, kita sudah protect dengan standar kita,” pungkasnya.
sumber: detik.com