MUI Pastikan Ajaran Eyang Subur SESAT

by -11 views
Foto:tribunnews.com
Foto:tribunnews.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah memastikak bahwa ajaran dan perilaku mistik Eyang Subur adalah sesat, menyimpang dan karena itu dia diminta segera bertobat. Fatwa itu diambil setelah MUI melakukan pembahasan intensif di Komisi Fatwa MUI dan menyimpulkan bahwa ajaran Eyang Subur menyimpang alias sesat. Itu sudah kasat mata. Bukan saja dari keberagamaannya yang tidak jelas, tapi dengan memperistri lebih dari 4 orang perempuan, bahkan ada yang kakak beradik dengan cenderung memperistri, mengambil istri orang lain itu sudah tidak benar, dan masih banyak lagi.

“Jadi, MUI menyimpulkan bahwa saudara Eyang Subur telah melakukan penyimpangan akidah dan syariah Islam sekaligus. Sehingga yang bersangkutan harus bertobat dan kembali ke jalan yang benar dengan mempelajari ajaran Islam yang benarmelalui guru dan kiai yang benar,” tandas Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (22/4).

Menurut Niam, MUI telah menemukan praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariah dan akidah Islam, yang dilakukan oleh Eyang Subur, dengan menikahi wanita lebih dari 4 secara bersamaan dan malah ada yang satu saudara. “MUI mendapatkan pengakuan soal penyimpangan pernikahan wanita itu dari keterangan Eyang Subur sendiri, yang datang ke MUI pekan lalu. Dibuktikan dengan pengakuan yang bersangkutan dan persaksian dari orang terpercayanya,” jelas Niam.

Baca Juga:  Israel Akan Dirikan Markas Militer Baru di Gurun

Kesimpulan MUI terkait penyimpangan Subur tersebut berdasarkan Fatwa MUI No 17 Tahun 2013 tentang beristri lebih dari 4 dalam waktu bersamaan. Selain itu terbukti melakukan praktik perdukunan. “Ditemukan adanya perdukunan dan peramalan oleh yang bersangkutan yang dibuktikan dengan kesaksian sejumlah orang terpercaya dan indikasi kuat menunjukkan adanya perdukunan,” ungkap Niam lagi.

Baca Juga:  “Festival Ramadhan 2012" Digelar di Empat Kota

Menyusul penyimpangan dan sesat Eyang Subur tersebut MUI memberikan sejumlah rekomendasi yakni: Pertama, Melepaskan wanita yang selama ini dijadikan sebagai istri ke lima, ke enam, ke tujuh, ke depalan dan seterusnya. Kedua, Menghentikan praktik perdukunan dan peramalan. “Sedangkan untuk kepentingan pertobatan yang bersangkutan, MUI akan memberikan bimbingan keagamaan yang benar,” pungkas Niam. (A-109/A-147)***