Kontribusi Budaya Jabar Terhadap Nasional Signifikan

by -8 views
ERIYANTI NURMALA DEWI/"PRLM"
ERIYANTI NURMALA DEWI/”PRLM”

Kontribusi budaya Jawa Barat terhadap nasional signifikan. Berbagai jenis budaya asal Jawa Barat membawa nama Indonesia pada dunia. Contohnya angklung dan batik yang telah dinyatakan Unescos sebagai kekayaan milik dunia tak benda.

Kadipasbud Jabar Nunung Sobari menyampaikan hal itu saat membuka “Temu Sastrawan Jawa Barat”, di Hotel Panorama Lembang, Bandung, Senin (27/5/2013). Hadir sejumlah sastrawan dari tiga wilayah bahasa di Jawa Barat, Sunda (Priangan), Cirebon, Melayu Bekasi, dan sastrawan Indonesia asal Jabar.

Nunung mengatakan, angklung diperkenalkan pertama kali oleh Bapak Daeng Sutigna sebagai angklung pentatonik pada penyelenggaraan KAA 1955. Batik di Jawa Barat juga sudah terdapat di berbagai kab/kota dengan ikonnya masing-masing. Batik Tasik, Batik Garutan, maupun Batik Cirebon merupakan batik yang memberi kontribusi pada budaya nasional.

Selain itu, kata Nunung, wayang juga memberi kontribusi besar pada nasional. Seperti adanya wayang golek, wayang beber, wayang cepak, dll. “Itu semua budaya Jabar yang keberadaannya memberi kontribusi pada budaya nasional,” ujarnya.

Selain ketiga hasil budaya tersebut, Nunung juga menamb ahkan, kontribusi seni pertunjukkan dan non pertunjukkan seperti senirupa dan sastra, sangat besar. Sejumlah sastrawan asal Jabar namanya diperhitungkan di pentas nasional.

Termua sastrawan ini pun, kata Nunung, dipastikan akan memberi masukan bagi keberadaan sastra nasional maupun daerah atas prestasi sastrawan di bidang karyanya.

Terlebih Jawa Barat telah memberlakukan Perda No 5 Tahun 2003 tentang bahasa, sastra, dan aksara daerah. Temu sastrawan ini merupakan realiasi pelaksanaan perda tersebut. Di mana para sastrawan duduk bersama membicarakan tentang bagaimana membaca interaksi sastra dan sastra Indonesia di Jawa Barat.

di Jawa Barat, lanjut Nunung, terdapat 3 wilayah bahasa, yakni bahasa Sunda (Priangan), bahasa Cirebon (Cirebon), dan bahasa Melayu Bekasi (Bekasi). Ketiga wilayah ini merupakan potensi budaya besar di Jawa Barat sehingga perlu pertemuan untuk merencanakan keberlangsungan wilayah bahasa tersebut secara masing-masing dan bersama. (A-148/A-147)***

sumber+foto:pikiran-rakyat.com