Misi ‘Berani Mati’ ke Mars Dijadikan Reality Show

oleh
(spaceindustrynews.com)
(spaceindustrynews.com)

Misi mengirimkan manusia ke planet Mars yang dilakukan Mars One ramai diperbincangkan. Perusahaan asal Belanda ini berencana mengirimkan empat orang ke Planet Mars pada tahun 2023.

Meskipun misi ini hanya menjamin sekali jalan saja dan tidak menjamin pulang dengan selamat, atau misi ‘berani mati’, sudah ada 78.000 orang dari seluruh dunia yang mendaftar, dilansir Daily Mail, 15 Mei 2013.

Sekitar 3.500 di antaranya adalah warga Inggris. Uniknya, ke-3.500 orang itu setuju untuk menghabiskan hidupnya di Mars. Mereka pun menyutujui detik-detik menjelang kematiannya direkam dan dijadikan program TV reality show.

“Pergi ke Mars membuat saya seperti berada di film Star Trek,” kata Michael Archavian, salah seorang pendaftar Mars One asal Inggris.

Archavian berjanji, jika dirinya terpilih pergi ke Planet Merah, ia berjanji akan terus mengeksplorasi Mars dan tidak akan tidur di malam hari untuk menikmati bulan ganda.

Diragukan NASA

Misi mengirimkan manusia ke Mars mendapat keraguan dari beberapa pihak, termasuk NASA, Badan Antariksa Amerika Serikat yang menyatakan debu-debu di planet Mars sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia.

Senada dengan NASA, Dr Veronica Bray dari University of Arizona, AS, juga menyatakan keraguannya terhadap rencana Mars One. Ia mengatakan  permukaan Mars tidak cocok untuk kehidupan.

“Saya khawatir, paparan radiasi akan mempengaruhi orang-orang itu saat menuju ke Planet Mars,” tutur Bray.

Proyek monumental ini akan menelan biaya fantastis, sebesar US$6 miliar, setara Rp58,2 triliun. Untuk mendapatkan biaya sebesar itu, perusahaan asal Belanda ini menawarkan video reality show ke televisi-televisi di seluruh dunia mengenai tahapan-tahapan sebelum empat orang yang “beruntung” diterbangkan dan sampai ke Mars.

Setiap pelamar akan dimintai biaya sebesar US$5 sampai US$75, besarnya tergantung asal dari negara pelamar. Misalnya, untuk pelamar dari Amerika Serikat Mars One mematok biaya US$38, sekitar Rp350 ribu per orang.

Bayar Rp350 ribu, nama Anda akan tercatat dalam sejarah manusia ke Mars, namun nyawa Anda belum tentu selamat. Mau? (umi)

sumber:vivanews