Kabut Asap Bikin Pariwisata Singapura Semaput

by -3 views

210951_turis-di-singapura-di-tengah-kabut-asap-tebal_663_382Sektor pariwisata Singapura tak luput kena dampak kabut asap pembakaran lahan gambut di Pulau Sumatera. Beberapa tempat wisata favorit di Singapura terpaksa menghentikan bisnis mereka sementara hingga kondisi udara membaik.

Pencatatan Pollutant Standards Index (PSI) hari ini menunjukkan tingkat polusi Singapura telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, menembus angka 400. Berada di angka ini, udara Singapura berbahaya bagi manusia.

Stasiun Channel News Asia, Jumat 21 Juni 2013, memberitakan bahwa Objek wisata bianglala Singapura atau Singapore Flyer berhenti operasi sementara demi melindungi karyawan mereka yang sebagian besar bekerja di luar ruangan.

“Kami akan terus memantau situasinya pada pagi ini dan bianglala akan kembali dibuka segera setelah tingkat polusi kembali turun ke level yang aman,” ujar manajer perusahaan Ferrier Hodgson, Tim Reid, yang mengoperasikan bianglala tersebut.

Ditutupnya objek wisata ini berimbas pada bisnis-bisnis kecil di sekitarnya. Menurut salah seorang pemilik toko di dekat Singapore Flyer, pemasukannya anjlok hingga 80 persen.

Penurunan itu dirasakan mulai awal pekan ini. Akibat sepinya pengunjung, dia terpaksa menutup tokonya dua jam lebih awal.

Keluhan juga disampaikan pemilik restoran yang berada dekat dengan Singapore Flyer. Dia mengatakan bahwa restorannya selalu penuh pengunjung. Tapi Kamis kemarin saat asap tebal, restorannya kosong melompong.

“Kami mungkin akan mempertimbangkan untuk memperpendek jam operasi apabila fasilitas bianglala tidak juga dibuka,” ujar pemilik restoran yang namanya tak ingin disebut itu.

Hal serupa juga menimpa fasilitas tur keliling Singapura dengan menggunakan kendaraan amfibi, DUCKtours. Pada Kamis kemarin perusahaan pengelola DUCKtours, DUCK & Hippo terpaksa membatalkan rencana tur setelah PSI mencatat angka lebih dari 300.

“Kami menghubungi para tamu yang telah melakukan reservasi dan menginformasikan mereka soal pembatalan ini akibat cuaca berkabut. Sementara tamu yang sudah membayar namun telah meninggalkan Singapura dan tidak dapat dijadwal ulang, maka kami akan mengembalikan dana mereka utuh,” ujar Wakil Direktur, DUCK & HiPPO, Pamela Wee.

Penurunan bisnis juga ikut dirasakan di tempat peristirahatan di Pulau Sentosa. Mereka melaporkan terjadi penurunan jumlah pengunjung di Adventure Cove Waterpark.

Beberapa agen perjalanan terpaksa mengubah rute mereka. Mereka yang awalnya memasukkan rute luar ruangan seperti menelusuri Chinatown, Little India dan Merlion Park digeser menjadi jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan museum.

Selama berjalan di dalam ruangan pun, para wisatawan tetap diberikan masker wajah. Kerugian juga ikut dirasakan oleh penarik becak tur keliling atau yang biasa disebut Trishaw.

Seorang penarik becak bernama Henry mengatakan situasi kini sepi pengunjung dan jarang yang menggunakan becaknya.

Henry mengaku biasanya memperoleh S$10 atau Rp78 ribu hingga S$20 atau Rp156 ribu sekali mengangkut penumpang. Setiap harinya, paling tidak ada lima penumpang yang menggunakan jasanya. Tapi sejak ada asap, usahanya lesu.

“Saya tidak memiliki uang lagi untuk membeli makanan. Saya hanya bisa membeli kembang tahu dengan situasi seperti sekarang ini,” ujar Henry. (umi)

sumber+foto:vivanews