Obama Tantang Rusia Kurangi Senjata Nuklir

by -5 views
(REUTERS/Michael Kappeler/Pool )
(REUTERS/Michael Kappeler/Pool )

Presiden Barack Obama dalam pidatonya di Berlin, Jerman, menantang pemerintah Rusia untuk bersama dengan Amerika Serikat mengurangi persediaan senjata nuklir hingga sepertiga. Pernyataan ini ditanggapi sinis oleh Rusia yang tidak menganggap serius pernyataan Obama tersebut.

Diberitakan Reuters, berbicara di depan Benteng Brandenburg, Rabu 19 Juni 2013, Obama menyerukan pada Rusia untuk bekerja sama dengan AS dalam traktat START Baru. Dalam START atau Strategic Arms Reduction Treaty, AS dan Rusia sepakat untuk mengurangi senjata nuklir mereka menjadi 1.550 buah pada 2018.

“Setelah peninjauan yang komprehensif, kami harus memastikan keamanan Amerika dan sekutu kami, dengan menjaga strategi pertahanan kita tetap kuat dan kredibel, sambil mengurangi senjata nuklir kita hingga sepertiganya,” kata Obama.

“Saya ingin melakukan negosiasi untuk mengurangi senjata nuklir dengan Rusia melampaui jumlah pada Perang Dingin,” ujarnya lagi

Namun, ajakan Obama ini ditanggapi dingin oleh Rusia. Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitru Rogozin mengatakan bahwa Amerika sendiri yang melanggar kesepakatan pengurangan senjata dengan menempatkan lebih banyak rudal pertahanan.

Inilah, kata dia, yang memaksa Rusia akhirnya meningkatkan kapasitas senjata nuklir mereka demi menandingi kekuatan AS. “Bagaimana kami bisa menanggapi ide pengurangan senjata nuklir dengan serius jika AS sendiri meningkatkan kemampuan rudal pertahanan mereka untuk mengintersepsi senjata nuklir?” kata Rogozin.

“Dua hal ini tidak bisa berjalan bersama. Jelas pemimpin Rusia tidak menanggapi permintaan ini dengan serius,” lanjutnya.

Visi Obama soal “dunia tanpa senjata nuklir” disampaikannya saat berpidato di Praha tahun 2009 lalu, tiga bulan usai terpilih presiden. Pidato inilah yang menghantarkan Obama meraih Penghargaan Nobel Perdamaian.

Namun, dalam praktiknya, pemberian Nobel ini dipertanyakan lagi. AS tidak serius dalam mengurangi nuklir mereka. Pemerintah AS malah meningkatkan pertahanan rudal di negara-negara Eropa, membuat Rusia meradang. (eh)

sumber:vivanews