APEC Bahas Upaya Permudah Visa Bagi Sesama Anggota

by -2 views

APEC telah berhasil terapkan visa khusus para pebisnis sesama anggota

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Pangestu, dan Menteri Hukum dan HAM dalam Pertemuan Pejabat Senior APEC/VIVA.Co.Id
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Pangestu, dalam Pertemuan APEC/VIVA.Co.Id

Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) menargetkan kemudahan bagi para warga anggota APEC untuk saling berkunjung ke sesama negara anggota. Salah satunya adalah mengupayakan kemudahan izin kunjung (visa) ke warga sesama anggota APEC.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, kemudahan kunjungan ini menjadi salah satu perhatian utama para pejabat tinggi APEC, yang hari ini di Kuta, Bali, menggelar dialog kebijakan tingkat tinggi mengenai fasilitasi perjalanan. Dialog ini menyambut Pekan Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Nusa Dua, Bali, selama 1-8 Oktober 2013.

“Target kami adalah membuat perjalanan di lingkungan sesama anggota APEC menjadi lebih mudah dan cepat tanpa mengurangi aspek keamanan. Salah satu upaya adalah fasilitasi visa yang lebih mudah,” kata Mari.

Selama ini, lanjut Mari, APEC telah berhasil menerapkan program Business Travel Card. Dengan program ini, para pebisnis dengan mudah melakukan perjalanan ke negara-negara anggota APEC tanpa harus melalui prosedur permohonan visa secara reguler, sehingga lebih cepat dan efektif.

“Dengan visa khusus itu, para pebisnis tidak perlu lagi mengurus visa biasa untuk kunjungan ke negara-negara anggota APEC. Nah, ini yang kami ingin terapkan kepada kalangan non bisnis,” kata Mari.

Untuk itu para pejabat APEC tengah mengupayakan fasilitas Trusted Traveller Program. “Para pelancong asal anggota APEC yang masuk dalam katagori low risk travellers dengan program itu tanpa perlu lagi memakan waktu yang lama untuk mengurus izin masuk di bandara. Kebijakan ini yang coba dirumuskan para anggota APEC tanpa harus mengorbankan faktor keamanan,” lanjut Mari.

Para pejabat APEC juga membicarakan bagaimana membuat suatu sistem basis informasi mengenai penumpang pesawat secara lebih canggih dan lebih efisien. Sistem ini bisa menyimpan data dengan cepat mengenai dokumen perjalanan/paspor dan nomor penebangan.

Maka, lanjut Mari, inisiatif kemudahan kunjungan harus melibatkan kerjasama dari instansi lain, seperti pihak imigrasi, bea cukai, kepolisian, hingga satuan anti teror.

Sumber: Viva.co.id