Jabar Catat Deflasi 0,71%

by -5 views

uangBadan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat deflasi sebesar 0,71% pada September 2013, dipicu turunnya harga komoditas makanan.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dody Gunawan Yusuf mengatakan perubahan laju inflasi Jabar turun dibandingkan pada Agustus 2013 terjadi inflasi sebesar1,28%.

Dengan demikian laju inflasi year to date (Januari-September 2013) mencapai 8,89%, sedangkan laju inflasi year to year (September 2013 terhadap September 2013) sebesar 9,24%.

“Kami berhadap hingga akhir tahun nanti laju inflasi untuk 2013 tidak sampai pada dua dijit, meski potensi inflasi bulan Oktober terjadi,” katanya, Selasa (1/10/2013).

Dia menjelaskan dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami andil deflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,63%, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,60%.

Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami inflasi a.l. keleompok makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebebsar 0,57%, kelompok perumahan, air listrik dgas dan bahan bakar 0,93%, kelompok sandang 2,03%, kelompok kesehatan sebesar 0,39% dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga 0,27%.

Adapun dari tujuh pantauan wilayah yang mengalami deflasi paling tinggi terjadi di Kota Bekasi 1,20% Kota Bogor 0,71%, Kota Depok 0,57%, Kota Cirebon 0,56%, Kota Bandung 0,49% dan Kota Tasikmalaya 0,04%. Sedangkan Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0,04%.

“Biasanya siklus inflasi tertinggi terjadi pada saat hari raya keagaman, dimana terdapat lonjakan permintaan komoditas yang mempunyai andil dalam inflasi paling tinggi,” katanya.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah tidak hanya bertindak sebagai reaktif, tetapi harus bertindak antisipatif dalam mengawasi laju inflasi.

Sumber: bisnis-jabar.com