Ditolak RS Ciawi dan RSCM, Tumor Ganas di Wajah Ikhsan Pecah

by -22 views

tumorIkhsan Azman Fadillah (4), warga Kampung Tarikolot, Desa Cimande Kecamatan Caringin, penderita tumor ganas di bagian wajahnya. Hingga kini masih belum mendapatkan perawatan medis, setelah ditelantarkan oleh pihak RSUD Ciawi dan juga Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Hingga kini, Ikhsan yang menderita tumor sejak enam bulan silam hanya bisa terbaring lemah di kediamannya dan dirawat seadanya oleh pihak keluarga. Hilal Azman ayah Ikhsan menuturkan, pembengkakan di wajah anaknya itu terjadi sejak enam bulan lalu. Saat itu, Ikhsan mengeluh kesakitan di bagian wajah setelah tertusuk lidi. ”Beberapa hari kemudian, wajahnya membengkak dan langsung kami bawa ke Puskesmas. Tapi menurut pihak puskesmas, pembengkakan di wajah Ikhsan hanyalah bisul biasa,” tuturnya kepada heibogor.com, Jumat (20/02/15). Dirinya menceritakan, pembengkakan yang dialami bocah  tersebut semakin bertambah parah hingga membesar. Sehingga, membuat dirinya memutuskan untuk membawa Ikhsan ke RSUD Ciawi, untuk mendapatkan pengobatan lanjutan. Dengan alasan tidak memiliki peralatan yang memadai untuk pemeriksaan, sambungnya, Pihak RSUD Ciawi tidak mengambil tindakan pengobatan apapun dan menganjurkan kami untuk berobat ke  RSCM. ”Kami disarankan ke RSCM untuk menjalani tes Biopsi guna  memastikan penyakit anak saya, dengan cara mengambil contoh daging di bagian wajahnya,” ujarnya. Namun, harapan itu pupus karena pihak RSCM tak juga melaksanakan tes Biopsi. ”Sebelum dilakukannya tes Biopsi, Ikhsan harus dirawat di ICU. Tapi alasannya karena ruang ICU masih penuh,” ujar Hilal. Hingga akhirnya, kata dia dua minggu lalu, bengkak di wajah Ikhsan pecah. ”Wajahnya jadi tak berbentuk sehingga sulit untuk berbicara apalagi makan dan minum,” lanjutnya. Kini, Hilal bersama keluarganya hanya menunggu harapan akan adanya bantuan dari pihak Pemerintah Kabupaten Bogor. Agar bisa mendapatkan keringanan dan juga bantuan medis dari pemerintah, untuk pengobatan puteranya tersebut. ”Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah. Pihak kecamatan pun belum menengok, padahal sudah saya beritahu. Kami berharap, pemerintah bisa membantu pengobatan anak saya ini,” pungkasnya.

(Heibogor)