Perkembangan Teknologi Telematika dalam Pengelolaan Armada Kendaraan Listrik
Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia dan kawasan Asia Selatan, teknologi telematika semakin menjadi perhatian utama. Pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengubah cara pengelolaan armada perusahaan. Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang digunakan, kebutuhan akan sistem pengelolaan yang lebih efisien dan aman semakin meningkat.
Program insentif kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah Indonesia mulai Juni 2026 menjadi momentum penting bagi sektor transportasi. Pada tahap awal, program ini ditargetkan mampu menambah 200.000 unit kendaraan listrik baru di dalam negeri. Hal ini membuka peluang besar bagi perusahaan untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan armada mereka.
Head of Sales South Asia Telematics Division Teltonika, Adomas Jurnas, menjelaskan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik memerlukan perubahan dalam sistem pengelolaan armada. Perusahaan tidak lagi hanya memantau konsumsi bahan bakar dan kondisi mesin, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan baterai, pola pengisian daya, serta suhu operasional kendaraan.
“Sebagian besar perusahaan di Asia Selatan masih menggunakan sistem GPS dasar yang hanya menampilkan posisi kendaraan, riwayat perjalanan, dan pelanggaran kecepatan. Padahal, teknologi telematika saat ini sudah jauh berkembang dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pemilik kendaraan,” ujarnya.
Menurut Adomas, pemanfaatan telematika akan semakin penting seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik oleh perusahaan logistik, transportasi, hingga penyedia layanan mobilitas. Teknologi ini tidak hanya membantu dalam pemantauan, tetapi juga dalam perencanaan perawatan kendaraan agar lebih efisien.
Pendekatan Pengelolaan Kendaraan Listrik yang Berbeda
Product Owner for E-Mobility Teltonika, Giedrius Adomaitis, menjelaskan bahwa kendaraan listrik memerlukan pendekatan pengelolaan yang berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional. Melalui integrasi dengan jaringan Controller Area Network (CAN), perusahaan dapat memantau kondisi baterai secara real time, mendeteksi potensi gangguan lebih awal, serta merencanakan perawatan kendaraan sebelum kerusakan terjadi.
“Kebiasaan pengisian daya sangat mempengaruhi umur baterai. Jika baterai terlalu sering digunakan hingga di bawah 20% atau terlalu sering menerima pengisian cepat yang menyebabkan panas berlebih, kondisi baterai dapat lebih cepat menurun,” katanya.
Teknologi telematika memungkinkan perusahaan memantau kondisi tersebut sehingga risiko gangguan operasional armada dapat ditekan. Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan pengendalian kendaraan dari jarak jauh. Sistem dapat mengunci atau menonaktifkan kendaraan secara otomatis apabila pengemudi tidak terverifikasi melalui kartu identitas maupun perangkat Bluetooth.
Peluang di Segmen Sepeda Motor Listrik
Teltonika juga melihat peluang besar pada segmen sepeda motor listrik di Indonesia yang merupakan salah satu pasar roda dua terbesar di dunia. Menurut perusahaan, kendaraan roda dua kini menjadi tulang punggung berbagai sektor usaha seperti logistik, pengantaran makanan, hingga layanan transportasi daring. Karena itu, keandalan armada menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas bisnis.
“Perangkat kami dirancang berukuran kecil, tahan air, dan tahan debu sehingga cocok digunakan pada berbagai solusi mobilitas listrik, khususnya sepeda motor listrik,” ujar Giedrius.
Selain kendaraan listrik, Teltonika turut memperkenalkan sejumlah inovasi lain, termasuk teknologi dead reckoning yang memungkinkan kendaraan tetap terlacak meski kehilangan sinyal GPS. Teknologi tersebut memanfaatkan sensor gyroscope dan accelerometer untuk memperkirakan posisi kendaraan ketika sinyal satelit terganggu atau sengaja diblokir, misalnya dalam kasus pencurian kendaraan.
Kolaborasi dan Ekosistem Solusi
Adomas Jurnas mengatakan perusahaan akan terus memperluas kolaborasi dengan mitra telematika di Asia Selatan guna mempercepat adopsi teknologi pemantauan kendaraan dan aset. “Kami tidak hanya menjual perangkat pelacak, tetapi juga membangun ekosistem solusi yang dapat membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional dan keamanan aset mereka,” ujarnya.
Acara Telematics Summit South Asia yang digelar oleh Teltonika di Jakarta, Kamis (4/6/2026), menjadi momen penting dalam pertemuan para pelaku industri telematika dari kawasan Asia Selatan bersama para pakar teknologi dari kantor pusat perusahaan di Vilnius. Acara ini menunjukkan komitmen Teltonika dalam memperkuat hubungan antara teknologi dan kebutuhan industri.







