Macet, Terbanyak Diadukan Warga Bogor

by -1 views

macetSejak diluncurkan layanan pengaduan masyarakat online melalui SMS dan call center pada 14 Januari lalu, pengaduan yang paling banyak disoroti warga Kota Bogor soal kemacetan dan dan kesemrautan pedagang Kaki-5. Rata-rata setiap hari pengaduan yang masuk 60 SMS dan 30-an telepon.

“Kebanyakan yang diadukan kemacetan lalulintas dan kesmerauta kaki-5. Pengaduan ini langsung kita repson ke DLLAJ yang sudah dapat terhubung sedangkan ke Satpol PP kita sambungkan lewat SMS atau telepon ke petugas jaga,” kata Nurul, petugas operator, Rabu.

Biasanya dians trekait akan menindaklanjutu pengaduan itu itu paling cepat tiga hari. “Tapi bisa juga hari itu, seperti pengaduan Rabu pagi, soal kesemrautan Kaki-5 di Jl. Batutulis dan Empang, Kecamatan Bogor Selatan. Petugas Satpol PP lagsung melakukan penertiban pada siang harinya. Hasilnya sekitar 50 lapak pedagang ditertibkan, ujarnya.

Selain soal kemcetan dan kesemarautan Kaki-5, katanya warga juga mengadukan soal mampetnya saluran drainase di sejumlah jalan yang menyebabkan banjir. “Jika pengaduan yang sudah kita disposisikan ke dinas terkait, tapi tidak ditanggapi dinas bersangkutan akan ditegur, sebab Walikota memataunya dari hanphone-nya yang tersambung dari layanan pengaduan ini,” ujarnya.

Salah satu aspisrasi yang masuk via SMS diantaranya berbunyi, #pak tolong tertibkan parkir liar di regina pacis, itu biang kemacetan#. Petugas operator lalu menjawab akan segera ditindaklanjuti oleh DLLAJ.

Layanan pengaduan ini berada di Kantor Kominfo Kota Bogor, di lingkungan Balaikota Bogor. Sampai saat ini layanan online in baru dapat terhubung ke Dinas Pendidikan, Kesehatan, DLLAJ, Pengawasan Bangunan dan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan, Bina Marga dan Sumber Daya Air, dan Pemadam Kebakaran. Pengaduan juga dapat disampaikan via SMS ke nomor 08118500411 dengan format (Nama#Alamat#Pesan). Sedangkan untuk call center, dapat menghubungi 1500411. Untuk akun twitter, @aspirasi_kotabogor dan website [email protected] (iwan)
Teks gambar; Dua operator cantik yang bertugas sebagai penerima pengaduan sekaligus mendiposisikannya ke dinas terkait.

(Poskotanews)