Ridwan Kamil Targetkan 30 Sekolah Sehat di 2015

by -2 views

walikota-bandung-ridwan-kamilWalikota Bandung Ridwan Kamil menargetkan akan merealisasikan 30 Sekolah Sehat di tahun 2015 ini. ‘’Dari jumlah enam Sekolah Sehat di 2014, kami tingkatkan dan komitmen merealisasikan 30 Sekolah Sehat di 2015 ini,’’ tandas Ridwan Kamil dalam perbincangan dengan wartawan Republika Rachmat Santosa Basarah usai berbagi ilmu dan konsep tentang Sekolah Sehat di Forum PBB, SEAMO INNOTECH, Bangkok, Thailand, Ahad (15/2).

Dikatakan Ridwan Kamil, salah satu standar minimal Sekolah Sehat sesuai yang diterapkan oleh organisasi dunia SEAMO INNOTECH, yaitu rasio ketersediaan jumlah toilet dengan jumlah siswa. ‘’ Rasio toilet ini, yaitu setiap 25 siswa perempuan harus ada satu toilet. Setiap 40 siswa laki-laki harus ada satu toilet. Nah di kita masih sekitar 80 an siswa untuk satu toilet,’’ ungkap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Selain itu menurutnya, dalam Sekolah Sehat ini juga akan ada program menyikat gigi bersama serta program mencuci tangan bersama. Juga program minum obat cacing secara berkala.’’ Ini yang menjadi syarat minimal sebagai sekolah sehat. Sehingga mengurangi penyakit di sekolah serta mengurangi permasalahan kesehatan di sekolah,’’ papar Kang Emil. Kota Bandung terpilih dalam pertemuan tahunan ini untuk menyampaikan materi atau berbagi dengan negara-negara se-Asia Tenggara terkait dengan Sekolah Sehat.

Ditambahkannya, menurut PBB banyak penyakit-penyakit anak yang terjadi justru karena pengaruh lingkungan sekolah penanganannya kurang serius. ‘’Bandung Alhamdulillah terpilih dan kita sharing terkait konsep sekolah sehat di Indonesia khususnya di Bandung,’’ ungkapnya usai pertemuan yang dihadiri peserta dari 11 negara se-Asia Tenggara. Dikatakan Kang Emil, pihaknya akan menggandeng pihak ketiga atau kalangan dunia usaha untuk mewujudkan target 30 Sekolah Sehat di 2015 ini.

Sementara itu visi misi SEAMEO INNOTECH terutama untuk mengidentifikasi permasalahan pendidikan umum dan khusus serta kebutuhan negara-negara Asia Tenggara. Serta mengembangkan solusi berbasis teknologi yang inovatif dan solusi untuk mengatasi masalah ini. (rol.co.id)