Rumah Pembunuh Muslim di AS Persis ‘Gudang Senjata’

by -17 views

craig-hicksPolisi terkejut menemukan banyak senjata api saat menggeledah kondominium tempat tinggal pelaku pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di Chapel Hill, Amerika Serikat, Craig Stephen Hicks, akhir pekan lalu.

Diberitakan The Guardian, polisi mendapati empat pistol tangan, dua senapan berburu dan enam senapan serbu, salah satunya adalah senapan militer AR-15.

Selain itu, di rumah pria 46 tahun itu juga ditemukan beberapa magasin yang terisi peluru dan banyak kotak amunisi. Delapan selongsong peluru ditemukan di apartemen sebelah tempat Deah Shaddy Barakat, 23, Yusor Mohammad Abu-Salha, 21, dan Razan Mohammad Abu-Salha, 19, tewas ditembak.

Hicks dikenal sebagai pendukung hak-hak kepemilikan senjata di Amerika Serikat. Dia menentang segala bentuk upaya pembatasan kepemilikan senjata yang direncanakan Presiden Barack Obama setelah maraknya penembakan di negara itu.

Hicks didakwa atas tiga dakwaan pembunuhan tingkat pertama pekan lalu. Jika menilik dari akun Facebooknya, Hicks yang mengklaim sebagai ateis melakukan pembunuhan atas dasar kebencian terhadap agama.

Namun polisi mengaku masih belum menemukan bukti bahwa kebencian tersebut menjadi dasar penembakan itu. Potensi lainnya, Hicks murka dan menembak ketiga korban karena cekcok masalah lahan parkir.

Membenci Islam dan Kristen

Pada postingannya tahun 2012, Hicks terang-terangan menyatakan kebencian terhadap Islam dan agama lainnya. Namun dia juga menegaskan menghargai kebebasan beribadah.

“Saya membenci Islam sama seperti Kristen, tapi mereka punya hak untuk beribadah di negara ini seperti yang lain,” tulis Hicks, berbicara soal rencana pembangunan masjid dekat gedung WTC di New York.

Karena sikapnya yang penuh kebencian ini, putri Hicks dari pernikahan sebelumnya Sarah Hurley, 20, mengaku memutuskan hubungan dengan ayahnya beberapa tahun yang lalu.

“Saya memutuskan hubungan dengan dia bukan hanya karena dia tidak menghargai keyakinan beragama orang lain tapi juga menghina mereka di Facebook,” kata Hurley yang bahkan enggan memanggil Hicks dengan sebutan “ayah”, dilansir Huffington Post. (cnnindonesia.com)