Pansel Tahu Identitas Capim KPK yang Jadi Tersangka, Siapa?

by -8 views

kpkAnggota tim panitia seleksi Calon Pimpinan KPK, Yenti Garnasih mendatangi Gedung Bareskrim untuk mengkonfirmasi perihal capim yang menjadi tersangka. Yenti mengaku sudah diberitahu identitas capim KPK yang menjadi tersangka itu.

“Ya kami kan baru mengetahui dari media saja. Belum ada pemberitahuan resminya karena Bareskrim tidak menyampaikan lewat pansel. Makanya saya datang,” ungkap Yenti saat berbincang dalam sambungan telepon, Jumat (28/8/2015) malam.

Tadinya Yenti berharap bisa menemui Kabareskrim Komjen Budi Waseso, namun ternyata jenderal bintang 3 tersebut sedang tidak ada di kantornya. Akhirnya ia hanya membahas mengenai permasalahan tersebut dengan perwira yang menangani kasus Capim KPK bermasalah itu.

“Saya harus datangi. Ingin mengetahui masalahnya seperti apa, bagaimana kasusnya. Saya mendalami ini, tadi saya lihat pemaparan, kita tanyakan lagi tersangka gimana, karena tiba-tiba ditentukan tersangka,” jelasnya.

Yenti pun mengaku sudah mengetahui identitas siapa Capim KPK yang menjadi tersangka dari Bareskrim. Saat ini Pansel sudah menentukan 19 besar capim dan sebentar lagi akan dikerucutkan lagi menjadi 8 besar lalu dibawa ke Presiden Joko Widodo.

“Ya sudah (tahu) tapi saya tidak bisa menyampaikan (identitasnya). Karena sudah kesepakatan nanti yang akan mengumumkan dari Bareskrim,” tutur Yenti. Bareskrim sendiri berjanji akan memberitahukan siapa capim KPK yang menjadi tersangka pada Senin (31/8) sore.

Meski dimintai sedikit bocoran mengenai identitas tersangka dari Capim KPK, Yenti tetap tidak bersedia memberitahukannya. Termasuk mengenai kasus apa yang melibatkan tersangka itu. Namun Yenti dengan tegas mengatakan, Pansel KPK tidak akan meloloskan pihak yang menjadi tersangka ke 8 besar kandidat.

“Berdasarkan UU KPK enggak bisa. Komisioner saja kalau tersangka harus menyingkir sementara apalagi baru mau jadi Capim. Enggak boleh lah,” tukasnya.

Pansel KPK pun menurut Yenti baru akan mengumumkan siapa Capim KPK yang akan lolos ke-8 besar setelah tanggal 31 Agustus. Ada beberapa pertimbangan mengapa Pansel tidak sesegera mungkin mengumumkannya.

“Kita tadinya ingin tanggal 31 Desember membawa ke Presiden (Joko Widodo) tapi beliau ada kegiatan. Makanya kita menunggu Pak Presiden sekaligus kita juga sambil memastikan, agar tersangka itu secara resmi diumumkan. Kan harus clear,” imbuh Yenti.

Ke-19 kandidat Capim KPK disebut Yenti sudah menjalani tes terakhir yakni tes kesehatan. Ia pun memastikan tidak ada lobi-lobi para Capim kepada Pansel agar bisa diloloskan menjadi pimpinan KPK.

“Enggak ada, saya yakin,” tutup Yenti.

(detik.com)