Menilik Suaka Elang di Bogor

by -15 views

suakan-elang di bogorKeindahan Jawa Barat tak sebatas pesona gunung, pantai, dan sungainya, melainkan juga keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna. Salah satu kekayaan faunanya adalah keberadaan burung pemangsa (raptor) yang ternyata jumlahnya makin menyusut. Untunglah ada wilayah khusus di daerah Bogor yang dijadikan suaka bagi para raptor, khususnya burung elang.

Berada di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kampung Loji, Kecamatan Cigombong, Suaka Elang dibangun dengan model kemitraan yang terdiri dari pemerintah, LSM, swasta, dan masyarakat yang saling menguntungkan untuk pelestarian habitat dan konservasi spesies pada tanggal 25 November 2008.

Untuk calon pengunjung yang belum terlalu hafal dengan jalan di sekitarnya, sebaiknya hati-hati karena bisa tersesat. Masyarakat di sekitarnya juga tak banyak yang tahu keberadaan Suaka Elang ini. Untuk mudahnya, dari mana pun arahnya, jadikan Kota Bogor sebagai awal kebarangkatan.

Kemudian dari Kota Bogor arahkan kendaraan ke Lawang Gintung, dan melewati stasiun kereta Batutulis. Tak jauh dari stasiun akan ditemui pertigaan, ambil ke kanan ke arah Cijeruk. Selanjutnya terus jalan melewati Pamoyanan, Cihideung, Cibadak, Pasir Jaya, dan Loji.

Setelah menyimpan kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki dari gerbang menuju Suaka Elang sekitar 15 menit. Di gerbang petugas Suaka Elang akan menyambut tamu dan meminta mengisi buku tamu.

Pengunjung pun akan bertemu kawasan hutan yang teduh dan sejuk. Di sanalah terdapat sebuah konservasi spesies raptor terancam punah seperti Elang Jawa dan jenis burung pemangsa lainnya. Di Suaka Elang inilah dilakukan upaya penyelamatan dan pelepasliaran raptor hasil sitaan atau kiriman dari masyarakat.

Pengunjung bisa melihat beberapa elang di dalam kandang. Kandang pertama terletak tidak jauh dari kantor Suaka Elang. Umumnya elang tersebut belum lama diambil dari masyarakat, jadi tidak takut dengan manusia.

Pengunjung kemudian harus menyeberangi jembatan gantung yang sekilas mengerikan, tapi ternyata tidak. Ya anggap saja sedang melakukan petualangan ala Indiana Jones. Silakan berfoto-foto karena pemandangan di suaka ini sangat indah dikelilingi pohon pinus.

Setelah melewati jembatan gantung pengunjung akan tiba di kandang kedua. Di sinilah bisa ditemukan beberapa elang yang sudah agak lama dirawat sehingga beberapa agak terganggu dengan kehadiran manusia.

Kandang untuk elang yang sudah siap dilepaskan berada lebih jauh lagi. Kandang tersebut tidak boleh dikunjungi lagi. Elang-elang tersebut dibiasakan untuk puasa dan hanya diberi makan dua kali seminggu. Hal ini dilakukan supaya naluri berburu mereka tumbuh dan saat dilepaskan dari suaka mereka bisa berburu. (Benny Rhamdani)

(kompas.com)