Cerita WNI di Paris: Warga Prancis Tak Salahkan Muslim Setelah Teror

by -1 views

KERETA DI PARISHampir sepekan berlalu setelah peristiwa teror yang menghilangkan ratusan nyawa di Kota Paris, Prancis. Hingga kini aparat setempat masih melakukan perburuan tersangka, dan militer melancarkan serangan udara ke basis ISIS.

Tak terbayang bagaimana kengerian malam itu. Belum lagi saat aparat berseragam melakukan patroli untuk mencari tersangka.

“Sekarang tentara di mana-mana, petugas keamanan juga. Mereka bisa tangkap siapa pun yang mencurigakan,” tutur seorang WNI bernama I Dewa Made Agung kepada detikcom, Rabu malam (18/11/2015).

Kota Paris sempat terasa sepi sejak kejadian di Jumat malam (13/11) hingga Minggu (15/11) pagi. Stasiun Metro yang biasanya riuh ramai seperti diceritakan Agung, ketika itu mendadak sepi.

Agaknya warga Paris masih trauma waktu itu. Apalagi di awal tahun ini juga ada peristiwa penembakan di kantor Charlie Hebdo.

“Orang sini juga sudah enggak kayak pas Charlie Hebdo kemarin. Kemarin kan yang dicecar muslim, sekarang kayaknya sudah pada teredukasi. Mereka fokus dan nyebutnya terrorist atau ekstrimis yang melakukan aksi,” ungkap Agung.

Mahasiswa magister ilmu ekonomi di Universite Paris 1 Pantheon-Sorbone ini yakin bila warga Prancis sudah membuka pikiran. Isu SARA sudah bukan lagi hal yang harus dipermasalahkan.

Namun Agung tak menafikan adanya beberapa tokoh yang mengaitkan teror dengan etnis tertentu. Tapi Agung yakin hal itu tak pengaruhi warga Prancis untuk bertoleransi.

Kampus-kampus akhirnya sudah mulai beraktivitas pada Senin (16/11), begitu pula fasilitas publik lainnya. Kabar terakhir yang diketahui Agung adalah penyergapan yang dilakukan aparat pada Selasa malam (17/11) waktu setempat di Paris utara.

(DETIK.COM)