Jalur Alternatif ke Puncak Bogor Tanpa Macet

by -
by
Jalur Alternatif ke Puncak Bogor Tanpa Macet

Wisatawan Terus Berdatangan ke Puncak, Lalu Lintas Jadi Perhatian Utama

JABARMEDIA – Kawasan Puncak yang terletak di selatan Kabupaten Bogor masih menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, khususnya dari wilayah Jabodetabek. Selain memiliki pemandangan alam yang menarik, kawasan ini juga semakin diminati karena adanya berbagai area wisata dan wahana permainan baru. Banyak pengunjung memilih untuk menginap selama satu hingga tiga hari, terutama saat libur panjang atau pergantian tahun baru.

Pada akhir pekan dan masa liburan, jumlah wisatawan yang datang ke Puncak meningkat signifikan. Hal ini menyebabkan lalu lintas di jalur menuju kawasan tersebut menjadi sangat padat. Untuk mengatasi kemacetan, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem tutup buka dan satu arah secara situasional.

“Biasanya rekayasa lalu lintas kami lakukan untuk mengurai kepadatan di jalur Puncak agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan kemacetan yang panjang,” ujar KBO Satlantas Polres Bogor, Inspektur Satu Ardian Novianto, pada Rabu, 5 November 2025.

Baca Juga:  10 Film Animasi Legendaris yang Wajib Kamu Saksikan!

Jalur Alternatif yang Digunakan Wisatawan

Ardian menjelaskan bahwa ketika rekayasa lalu lintas diberlakukan, banyak wisatawan beralih ke jalur alternatif. Namun, beberapa jalur tersebut hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Sementara itu, kendaraan roda empat biasanya melalui jalur Ciawi simpang Radio Pertanian Ciawi atau RPC, jika datang dari pintu Sentul melalui Babakan Madang hingga tembus ke Bukit Pelangi. Jalur ini hanya bisa dilalui kendaraan roda empat jenis minibus. Truk dan bus tidak bisa melewati jalur alternatif tersebut karena jalan yang sempit dan tidak memadai.

“Kecuali jika pengendara tujuannya ke Cianjur, mereka biasanya melalui jalur Sukabumi keluar di Warung Seng Cianjur. Bagi yang ingin ke Puncak, biasanya melalui RPC keluar pasar Cisarua dan Bukit Pelangi keluar Jembatan Ciliwung Gadog. Itu untuk kendaraan roda empat minibus dan bukan truk ke atas,” tambah Ardian.

Pengalaman Wisatawan Saat Menggunakan Jalur Alternatif

Seorang wisatawan asal Kota Bogor, Eko Waluyo, mengungkapkan bahwa ia sering mengunjungi kawasan Puncak bersama keluarganya. Ia selalu menggunakan jalur Warung Jambu yang naik ke arah Katulampa, lalu menyusuri jalan di sepanjang aliran sungai Ciliwung hingga bergabung ke jalan Bukit Pelangi Gadog. Jalur ini membantu menghindari kemacetan dan memotong waktu tempuh sekitar satu jam dibandingkan lewat jalur utama lampu merah Gadog.

Baca Juga:  Berada di Kaki Gunung Merbabu: Temukan wahana ekstrem untuk memacu adrenalin Anda!

“Itu alternatif tercepat bagi warga Kota Bogor Tanah Sareal dan Bogor Barat. Aksesnya besar dan aman. Apalagi sekarang bisa melalui jalan Summarecon baru jika bawa mobil, sedangkan kalau naik motor tetap lewat Katulampa. Itu bisa menghemat waktu satu jam dan terhindar dari kemacetan,” kata Eko.

Jalur Alternatif Lain untuk Wilayah Timur Kabupaten Bogor

Selain jalur alternatif yang berada di wilayah Kota Bogor dan Ciawi Gadog, pengendara dari wilayah timur Kabupaten Bogor seperti Cibubur dan Cileungsi bisa menggunakan jalur Jonggol-Sukamakmur yang bisa tembus ke Kota Bunga Cipanas. Namun, jalur ini masih jarang dilalui kendaraan.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.