Gempa M2,1 Guncang Pangandaran Jabar Pagi Ini, Info BMKG

by -
Gempa M2,1 Guncang Pangandaran Jabar Pagi Ini, Info BMKG

Gempa Bumi Magnitudo 2,1 Mengguncang Kabupaten Pangandaran

Pada hari Selasa (31/3/2026), wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 2,1. Gempa terjadi pada pukul 05.25.48 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8.08 LS-107.88 BT, dengan kedalaman 28 km. Lokasi pusat gempa berada sekitar 80 km barat daya Kabupaten Pangandaran.

BMKG memberikan informasi mengenai gempa tersebut melalui akun X @infobmkg. Informasi yang diberikan menyebutkan bahwa gempa ini masih dalam proses pengolahan data dan kemungkinan akan berubah seiring kelengkapan data yang tersedia.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Gempa bumi bisa terjadi kapan saja, sehingga penting untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil saat gempa terjadi. Berikut adalah beberapa tindakan yang perlu dilakukan:

  • Tetap tenang

    Saat gempa terjadi, usahakan tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihatlah keadaan sekitar dan carilah tempat yang aman untuk berlindung.

  • Di dalam rumah

    Jika sedang berada di dalam rumah atau penginapan, segeralah mencari tempat yang aman. Berlindung di bawah meja adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang jatuh. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau papan. Jika tidak ada benda empuk, gunakan tangan dengan posisi tertelungkup.

  • Di luar ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi bangunan dan tiang listrik, lalu menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan jangan melakukan apa pun karena bisa saja terjadi gempa susulan.

  • Di kerumunan

    Saat berada di kerumunan, biasanya terjadi kepanikan. Untuk menghindari hal tersebut, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencapai daerah terbuka.

  • Di gunung atau dataran tinggi

    Jika sedang berada di gunung atau dataran tinggi, segera bergerak ke daerah lapang untuk berlindung. Hindari area dekat lereng karena risiko longsoran sangat tinggi.

  • Di laut

    Gempa bumi di bawah laut dapat memicu tsunami. Jika terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya gelombang tsunami.

  • Di dalam kendaraan

    Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, peganglah kemudi dengan erat agar tidak terjatuh. Segera berhenti di tempat yang lapang dan jangan meninggalkannya hingga gempa berakhir.

Baca Juga:  Dinkes Cirebon Percepat Target SLHS, Hanya 22 SPPG Miliki Sertifikat Higienis

Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa

Getaran gempa diukur menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasan mengenai skala MMI:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Baca Juga:  Kebakaran Hotel Makkah Disebabkan Kelalaian Jamaah Indonesia