Dua Jam Perjuangan 5 Mobil Damkar Memadamkan Api di Salawu Tasikmalaya

by -
Dua Jam Perjuangan 5 Mobil Damkar Memadamkan Api di Salawu Tasikmalaya

Kebakaran di Salawu, Tasikmalaya Memakan Waktu 2 Jam untuk Dipadamkan

Sebuah kejadian kebakaran terjadi di Kampung Nanggerang RT 13/04, Desa Salawu, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (21/6/2026) malam dan memerlukan waktu sekitar dua jam untuk dipadamkan oleh petugas damkar dan tim gabungan.

Kebakaran melanda dua unit rumah warga yang berada di kawasan tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan yang terjadi cukup parah, terutama pada satu rumah yang dibangun dengan bahan material mudah terbakar. Hingga saat ini, nilai kerugian masih dalam proses penilaian oleh pihak terkait.

Tim Damkar dan Bantuan dari Tagana Diterjunkan

Untuk menangani situasi darurat ini, sebanyak lima unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) milik Damkar Kabupaten Tasikmalaya serta satu unit mobil tangki air dari Tagana diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman dilakukan semalaman hingga api akhirnya berhasil dikendalikan.

Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Api pertama kali muncul dari bagian atap rumah, ketika keluarga sedang berkumpul di tengah ruangan. Saksi mata mengatakan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting atau arus pendek listrik yang berasal dari rumah milik Bapak Nijar.

Baca Juga:  Seru! Pemkot Tasikmalaya Lantik 1.800 PPPK

Proses Pemadaman yang Memakan Waktu

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni, menjelaskan bahwa proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena api yang muncul sangat besar. Petugas langsung melakukan tindakan cepat setelah sampai di lokasi kejadian. Selain itu, bantuan juga datang dari warga sekitar, TNI, dan Polri yang turut serta dalam upaya memadamkan api.

“Kami juga dibantu dengan warga, TNI Polri serta warga sekitar, Alhamdulillah api bisa padam kurang lebih 2 jam,” ujar Roni saat dikonfirmasi.

Pengungsian dan Kerusakan Material

Akibat kebakaran, para pemilik rumah harus mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang berada di wilayah yang sama. Menurut Roni, kondisi bangunan yang mudah terbakar menyebabkan api cepat merambat ke seluruh sisi rumah.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materi tetap menjadi fokus utama dalam penanganan kejadian ini. Pihak BPBD dan Damkar akan terus melakukan pendataan terkait kerusakan dan kerugian yang dialami oleh para korban.

Kesimpulan

Peristiwa kebakaran di Salawu Kabupaten Tasikmalaya menjadi pengingat pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran. Selain itu, kolaborasi antara petugas damkar, warga, dan instansi terkait sangat penting dalam menghadapi bencana seperti ini. Dengan langkah-langkah yang tepat, kebakaran dapat segera dipadamkan dan kerugian dapat diminimalkan.

Baca Juga:  Dodol Garut Asli: Kelezatan Manis Dari Tanah Priangan Yang Melegenda