Festival Budaya Sunda Bogor: Perkuat Peran Guru PAUD dan Wajib Belajar 13 Tahun

by -
by
Festival Budaya Sunda Bogor: Perkuat Peran Guru PAUD dan Wajib Belajar 13 Tahun

JABARMEDIA – Ribuan pengajar PAUD se-Kabupaten Bogor berkumpul di Gedung Laga Satria, Cibinong, pada Rabu (5/8), dalam acara Festival Budaya Sunda. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran para pengajar dalam menyukseskan implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun. Selain itu, festival ini bertujuan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Acara yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kabupaten Bogor ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Hadir Bunda PAUD Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor. Organisasi profesi PAUD dan para pengajar PAUD dari seluruh wilayah juga turut memeriahkan festival tersebut.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Festival Budaya Sunda. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga media pembelajaran. Hal ini penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Baca Juga:  Final Liga Voli Korsel: Megawati Gempur 13 Poin, Pink Spiders Kalahkan Red Sparks

“Festival Budaya Sunda bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya, tetapi menjadi media untuk melestarikan nilai-nilai luhur bangsa kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui keteladanan para pengajar PAUD, anak-anak belajar mencintai budaya yang merupakan identitas bangsa,” ujar Rusliandy.

Rusliandy menjelaskan bahwa salah satu kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian adalah implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun. Kebijakan ini menempatkan pendidikan bagi anak usia 5 hingga 6 tahun pada jenjang PAUD atau Taman Kanak-kanak sebagai bagian dari pendidikan dasar yang harus diikuti seluruh anak. “Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini,” tandasnya.

Peran Strategis Pengajar PAUD dalam Pelestarian Budaya

Bunda PAUD Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengajar PAUD. Mereka adalah penggerak utama dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah melalui proses pembelajaran.

“Terima kasih kepada PKG PAUD kabupaten dan kecamatan, Dinas Pendidikan, organisasi mitra PAUD, organisasi wanita, para seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Budaya Sunda,” ujar Eva. Menurut Eva, pengenalan budaya lokal sejak usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak yang berakhlak, kreatif, percaya diri, serta memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa.

Baca Juga:  Gunung Semeru hari ini alami 45 gempa erupsi selama enam jam

pengajar PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui proses belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak,” ungkapnya. Eva juga mengapresiasi dedikasi para pengajar PAUD yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membentuk fondasi karakter anak.

Ia menilai, keberhasilan implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Namun, juga pada peran aktif pengajar PAUD, orang tua. Dan seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.

“Melalui Festival Budaya Sunda ini, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya. Tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus sejak dini,” tutur Eva. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus menjadi kekuatan untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas. Hal ini sekaligus melestarikan budaya Sunda sebagai warisan yang membentuk karakter generasi masa depan.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.