Penyidik Masih Selidiki Kasus Kematian Dua Remaja di Mustikajaya
Polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terkait dengan kasus kematian dua remaja di wilayah Mustikajaya, Bekasi. Peristiwa ini masih menyisakan banyak pertanyaan, dan penyidik masih membutuhkan waktu untuk menemukan kebenaran seutuhnya.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, dugaan sementara mengarah pada tindakan penyerangan setelah korban terjatuh ke dalam selokan. Meski demikian, penyidik belum dapat memastikan motif atau latar belakang kejadian tersebut. Proses penyelidikan sedang berlangsung, termasuk pemeriksaan hasil autopsi dan pengumpulan bukti-bukti lainnya.
Pemeriksaan Saksi dan Bukti-Bukti
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menjelaskan bahwa penyidik masih bekerja keras untuk mengungkap peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa dua remaja tersebut. Ia juga menyampaikan rasa prihatin kepada keluarga korban dan menyatakan bahwa empat orang telah diamankan sebagai tersangka.
Namun, hingga saat ini, identitas dan peran masing-masing tersangka belum diungkap. Penyidik juga masih mencari hubungan antara tersangka dan para korban. Selain itu, polisi juga masih menelusuri apakah kendaraan milik korban sempat dibawa oleh pihak lain setelah kejadian.
Kemungkinan Motif Kejadian
Masih ada beberapa kemungkinan yang dibuka dalam proses penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa ini berkaitan dengan pembegalan, tawuran, atau bentuk tindak pidana lainnya. Menurut Kusumo, semua temuan di lapangan masih dianalisis secara mendalam agar kesimpulan yang diambil berdasarkan fakta yang kuat.
Ia juga menyebutkan bahwa korban memiliki luka penganiayaan, meskipun detailnya belum dapat diungkapkan secara lengkap. Selain memeriksa empat orang yang diamankan, penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Keterangan Warga Sekitar
Beberapa informasi tentang detik-detik sebelum peristiwa tragis itu muncul dari keterangan warga sekitar. Petugas keamanan di lokasi, Rian (36), mengaku melihat rekaman CCTV yang merekam kejadian pada dini hari. Dalam rekaman tersebut, terlihat tiga pemuda berboncengan menggunakan satu sepeda motor sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
“Kalau dilihat dari CCTV, motornya kayak loncat, terus nyeburnya ke got,” kata Rian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Rian, tak lama setelah ketiga pemuda itu terjatuh ke dalam selokan, sekelompok orang datang menggunakan beberapa sepeda motor. “Kalau dari CCTV yang saya lihat, sekitar enam motor,” ujarnya.
Rombongan tersebut diduga langsung menghampiri para korban. Beberapa orang terlihat membawa senjata tajam. “Setelah jatuh kemudian ada penyerangan, ketika jatuh, yang bawa sajam itu menusuk,” kata Rian.
Meski demikian, Rian mengaku tidak dapat memastikan identitas para pelaku maupun jenis senjata yang digunakan karena rekaman hanya memperlihatkan kejadian secara singkat.
Dugaan Tawuran Muncul dari Korban Selamat
Dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan tawuran muncul dari pengakuan salah satu korban yang berhasil selamat. Korban berinisial MIA (18) sempat ditemukan warga dalam keadaan terluka dan memberikan keterangan awal mengenai kejadian yang dialaminya.
“Korban yang selamat bilangnya itu (tawuran),” kata Rian. Menurutnya, korban selamat mengalami luka pada bagian perut. Sementara dua korban yang meninggal dunia ditemukan berada di dalam selokan.
“Posisinya bertumpuk di selokan, ada darah di hidung, sama luka di mata kaki,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian kedua korban masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap secara utuh peristiwa yang menewaskan dua remaja tersebut.







