Kabar Buruk: 4.000 Buruh Pabrik Nike Di-PHK

by -
Kabar Buruk: 4.000 Buruh Pabrik Nike Di-PHK

KSPI Minta Pemerintah Bantu Selamatkan 4.000 Pekerja PT Feng Tay

Gelombang ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui sektor industri padat karya di Indonesia. Kali ini, sekitar 4.000 pekerja PT Feng Tay di Bandung, Jawa Barat, disebut terancam kehilangan pekerjaan akibat terganggunya operasional perusahaan yang memproduksi sepatu untuk sejumlah merek internasional ternama.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkapkan bahwa ribuan pekerja tersebut saat ini telah dirumahkan sambil menunggu kepastian aktivitas produksi perusahaan. “Di PT Feng Tay, perusahaan sepatu di Bandung, sekitar 4.000 karyawannya sudah dirumahkan,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu (21/6/2026).

PT Feng Tay dikenal sebagai salah satu perusahaan manufaktur padat karya yang memproduksi sepatu untuk berbagai merek global, termasuk Nike, Puma, dan Adidas. Menurut Said, kondisi tersebut diduga dipicu oleh terganggunya rantai pasok akibat konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Pesanan Selesai, Order Baru Belum Berjalan

Said menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, perusahaan telah menyelesaikan pesanan sepatu dari Nike. Namun hingga kini belum ada produksi lanjutan yang berjalan karena terkendala pasokan bahan baku. “Informasi yang kami terima, order sebelumnya sudah selesai. Ada pesanan baru, tetapi bahan bakunya belum masuk sehingga produksi belum bisa berjalan normal,” katanya.

Baca Juga:  Perayaan May Day : Rayakan Libur Nasional Perdana, Buruh KSPI Tetap Turun ke Jalan

Ia menambahkan, selama ini bahan baku untuk produksi sepatu Nike dipasok langsung melalui jaringan pemasok yang telah ditunjuk perusahaan tersebut. Namun situasi konflik internasional disebut berdampak pada distribusi bahan baku sehingga terjadi perubahan jalur pemasokan. “Biasanya bahan baku dikirim langsung sesuai skema yang ditentukan Nike. Tetapi karena situasi perang, pasokan bahan baku dialihkan ke vendor atau pemasok lain sehingga terjadi keterlambatan,” jelas Said.

KSPI Akan Turun Langsung ke Pabrik

Untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, KSPI berencana melakukan kunjungan langsung ke PT Feng Tay dalam waktu dekat. Langkah tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran utuh mengenai situasi perusahaan sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.

Said yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh menegaskan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan persoalan tersebut secara langsung. “Kami ingin memastikan kondisi di lapangan, bagaimana posisi para pekerja, serta langkah mitigasi yang dilakukan perusahaan agar hak-hak buruh tetap terlindungi,” ujarnya.

Selain itu, KSPI juga akan menelusuri apakah seluruh standar dan kode etik pemesanan serta produksi yang berlaku dalam rantai pasok industri alas kaki internasional telah dijalankan oleh perusahaan maupun pemegang merek.

Baca Juga:  Rieke-Teten dan Yance-Tatang tak puas hasil Pilgub Jabar

Pemerintah Diminta Cari Solusi

Dalam upaya mencegah PHK massal, Said mengaku akan mendorong pemerintah untuk berkomunikasi dengan pihak Nike agar mempertimbangkan perpanjangan atau percepatan pesanan produksi. Menurutnya, keberlanjutan order menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas pabrik dan mempertahankan lapangan kerja ribuan buruh yang masih menggantungkan hidup pada perusahaan tersebut.

“Kami akan meminta bantuan pemerintah agar ada komunikasi dengan Nike sehingga order dapat terus berjalan dan potensi PHK bisa ditekan,” katanya.

Selain itu, KSPI juga berencana mengusulkan berbagai bentuk relaksasi bagi industri padat karya, termasuk kemungkinan insentif atau keringanan pajak untuk membantu perusahaan menekan biaya produksi. “Masih ada puluhan ribu pekerja yang bekerja di perusahaan ini. Jika biaya produksi bisa ditekan melalui relaksasi tertentu, maka peluang 4.000 pekerja yang dirumahkan untuk kembali bekerja tentu akan lebih besar,” ujar Said.

Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Berat

Kasus yang menimpa PT Feng Tay menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi sektor industri padat karya nasional. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan manufaktur dilaporkan menghadapi tekanan akibat perlambatan ekonomi global, penurunan permintaan pasar, hingga gangguan rantai pasok internasional.

Baca Juga:  Upah naik, buruh Jadetabek wajib bayar pajak

KSPI berharap pemerintah, pelaku industri, dan pemegang merek global dapat bersama-sama mencari solusi agar gelombang PHK tidak semakin meluas dan berdampak pada kesejahteraan para pekerja di Indonesia.