JABARMEDIA – Kota Bogor kembali menorehkan prestasi di kancah global. Kota ini mendapat kehormatan untuk mewakili Indonesia dalam Kongres United Cities and Local Governments (UCLG). Acara bergengsi ini diselenggarakan di Tangier, Maroko, dari tanggal 23 hingga 25 Juni 2026. Dalam forum internasional tersebut, Pemerintah Kota Bogor mempresentasikan berbagai program inovatif. Fokus utamanya adalah penanganan permasalahan kesehatan dan peningkatan kualitas layanan publik, sebagai upaya konkret meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kongres UCLG merupakan platform vital bagi lebih dari 100 negara. Para peserta berkumpul untuk berdiskusi, berbagi pengalaman terbaik, dan mencari solusi kolaboratif. Mereka menghadapi berbagai tantangan perkotaan yang kompleks di seluruh dunia. Sekretaris Jenderal UCLG, Bernadia Tjandradewi, menggarisbawahi pentingnya sinergi. “Penting untuk memperkuat kerja sama antarkota di dunia, khususnya di kawasan Asia-Pasifik,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa banyak tantangan yang dihadapi memiliki banyak kesamaan di wilayah tersebut.
Inovasi Kota Bogor dalam Layanan Publik Universal
Pada sesi diskusi yang mengusung tema New Generation of Universal Public Services, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, tampil sebagai narasumber. Beliau memaparkan beragam inovasi yang telah diimplementasikan di Kota Bogor. Termasuk di antaranya adalah solusi pembiayaan kesehatan yang cerdas dan berkelanjutan. Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu program unggulan yang menarik perhatian adalah penyediaan air minum prima. Air ini dapat langsung dikonsumsi dari keran di rumah warga. Program tersebut terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Khususnya bagi sekitar 6.000 warga yang tinggal di Kecamatan Bogor Selatan. Inisiatif ini secara efektif mampu menurunkan beban biaya ekonomi yang harus dikeluarkan masyarakat untuk kebutuhan air bersih.
Peran Aktif Indonesia di Kancah Global
Forum dunia UCLG tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh. Selain itu, hadir pula para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kota dari berbagai negara. Kehadiran delegasi Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam diplomasi kota. Seluruh akomodasi para kepala daerah yang berpartisipasi ditanggung sepenuhnya oleh panitia. Hal ini memastikan partisipasi aktif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing kota.









