Optimalisasi Kebun Kopyor PPKS Perkuat Visi Kota Bogor sebagai City of Gastronomy

by -
by
Optimalisasi Kebun Kopyor PPKS Perkuat Visi Kota Bogor sebagai City of Gastronomy

JABARMEDIA – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi potensi besar Kebun Kopyor milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor. Potensi ini dinilai mampu memperkuat pengembangan riset, inovasi, dan sektor gastronomi di Kota Bogor. Pernyataan tersebut disampaikan Dedie saat membuka Festival Kopyor 2026 di Kebun Kopyor PPKS Unit Bogor, Jalan Jabaru, Kecamatan Bogor Barat, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Festival Kopyor 2026 adalah agenda tahunan yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga. Acara puncak berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11 dan 12 Juli 2026. Dedie A. Rachim dalam sambutannya menegaskan bahwa Kebun Kopyor merupakan aset unik yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia dalam skala serupa. Potensi ini dapat disinergikan dengan visi Kota Bogor sebagai kota riset, sains, dan kreatif yang berkelanjutan.

“Ini potensi yang sangat luar biasa. Daerah lain di Indonesia tidak ada yang memiliki kebun kopyor seluas ini. Saya ingin mensinergikan dan mengkolaborasikan dengan program Kota Bogor, yaitu menjadikan kota riset, sains, kreatif yang maju dan berkelanjutan,” ujar Dedie Rachim.

Baca Juga:  Mengintip Penyamaran Ir. Soekarno di Bogor

Menurutnya, potensi ini menjadi modalitas penelitian. Hal ini berlaku bagi perguruan tinggi serta semua pihak, demi menjadikan Kota Bogor sebagai City of Gastronomy di masa depan.

“Untuk itu saya mohon dukungan jajaran Balai Penelitian Kelapa Sawit dan RPN,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa potensi besar tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan berkelanjutan. Tujuannya agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Kota Bogor secara keseluruhan.

Pengembangan Berkelanjutan dan Ekosistem Kopyor

Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Winarna, menaruh harapan besar agar Festival Kopyor terus berkembang. Ia berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

“Kopyor diharapkan semakin memberikan warna bagi Kota Bogor. Ini bagi kami memberikan nilai tambah. Semoga makin bagus dan semakin ramai,” tutur Winarna.

Sementara itu, Wakil Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Riza Arief Putranto, menjelaskan bahwa Festival Kopyor 2026 adalah penyelenggaraan ketiga. Tujuannya adalah merangkul masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pengembangan Kebun Kopyor.

Baca Juga:  Korlantas turunkan tim TAA di TKP kecelakaan Tol Ciawi

“Kebun Kopyor yang dibuka merupakan yang pertama di dunia untuk agronomi dan pariwisata. Tujuannya adalah memperkenalkan kelapa kopyor sebagai salah satu varietas unggul kelapa di Indonesia, bahkan satu-satunya varietas di dunia,” kata Riza.

Riza menambahkan bahwa Kebun Kopyor tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penelitian. Lebih dari itu, ia menggambarkan sebuah ekosistem yang saling berinteraksi dan membentuk kehidupan. Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pihak diperlukan untuk menjaga sekaligus mengembangkan potensi tersebut.

“Saya optimistis kopyor bisa berkembang, semua bisa maju, baik masyarakat maupun UMKM. Alam mengajarkan kita tentang ekosistem, mari kita menjaganya,” pungkas Riza.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.