Trase Batutulis Capai 22 Persen, Jenal Mutaqin Targetkan Oktober

by -
by
Trase Batutulis Capai 22 Persen, Jenal Mutaqin Targetkan Oktober

JABARMEDIA – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, melakukan pengecekan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, pada Kamis (9/7/2026). Hingga saat ini, pengerjaan di lokasi masih dilakukan dengan pengerukan tanah. Dengan progres mencapai 22 persen, status pengerjaan trase baru ini berada dalam kondisi surplus positif.

Faktor cuaca memang sangat memengaruhi pekerjaan mereka. Sebagai langkah percepatan, dalam tiga hari ini alat berat dan truk pengangkut tanah telah ditambah,” jelas Jenal Mutaqin di lokasi.

Dalam RAB, target penyelesaian memang berada pada bulan November, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berharap pada Oktober pengerjaan sudah rampung dan dapat dioperasionalkan.

Perbaikan dan Pembebasan Lahan

Sementara itu, perbaikan turap milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Namun, Jenal Mutaqin tetap optimistis upaya perbaikan Jalan Saleh Danasasmita dapat berjalan dan selesai secara bersamaan.

Terakhir rapat Dinas PUPR dengan PT KAI menyampaikan bahwa pekan ini DED akan selesai, dan kita akan meminta pihak terkait untuk melakukan ekspos kepada Pemerintah Kota Bogor,” tegasnya.

Baca Juga:  Rencana Penataan Taman Alun-Alun Empang Bogor: Menuju Ruang Publik Representatif

Selain itu, pembangunan trase baru juga masih menyisakan pekerjaan rumah, yakni pembebasan dua bidang lahan di ujung trase. Saat ini, pemilik lahan telah menempati hunian sementara dan mengosongkan rumahnya.

Pos anggarannya nanti harus menggunakan APBD Kota Bogor, kemungkinan pada APBD Perubahan 2026. Kalau lewat APBD Perubahan, waktunya masih memungkinkan. Untungnya, pemilik rumah kooperatif dan mau bernegosiasi untuk pindah sementara selama pekerjaan berjalan,” ujarnya.

Keselamatan Kerja dan Drainase

Terkait pembebasan lahan tersebut, Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa langkah itu dilakukan demi keselamatan kerja, bukan untuk mengubah volume konstruksi trase maupun pelebaran jalan. Pasalnya, bidang yang dibebaskan berhimpitan dengan lokasi pengerjaan.

Sama sekali tidak mengubah konstruksi jalan. Lebar eksisting jalan dari hulu ke hilir tetap sama. Hanya saja, karena letak hilirnya sangat berhimpitan dengan lahan proyek, demi keselamatan maka bidang tersebut dibebaskan,” terangnya.

Sementara itu, saluran air atau drainase pada pembangunan trase baru juga menjadi perhatian. Pasalnya, terdapat penyempitan pada drainase eksisting, sehingga perlu dilakukan penyesuaian lebar.

Baca Juga:  Jenal Mutaqin Motivasi Capaska Kota Bogor di Sempur

Akhirnya aliran air dibagi dua agar tidak ada kendala. Satu dialirkan lurus melalui bawah rel kereta api, dan satu lagi dibelokkan ke kanan, di bawah turap atau jalan underpass PT KAI,” jelasnya.

Pembersihan Area Proyek

Jenal Mutaqin juga menyoroti bekas tanah yang sempat menjadi perbincangan karena masih berserakan di badan jalan. Ia menegaskan kepada para pekerja agar tetap memperhatikan sisa tanah hasil angkutan dari proyek menuju lokasi pembuangan. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), area tersebut dibersihkan setiap sore.

Hal itu dilakukan karena apabila pembersihan dilakukan secara berkala pada siang hari, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan yang cukup padat. Selain itu, genangan air juga dapat mengganggu arus lalu lintas.

Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor dengan diawasi camat dan lurah. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kita pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” tutupnya.

Baca Juga:  Bupati Bogor Tinjau Gebyar Pelayanan Publik Terpadu di Cibinong

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.