Pengusaha di Bogor Mengalami Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Pandu Raya, Kota Bogor, ternyata menimbulkan dampak signifikan bagi para pengusaha setempat. Salah satu yang terdampak adalah Haidar Wurjanto, pemilik beberapa usaha seperti Es Teh Indonesia, Raindear, dan Padel Life. Ia mengungkapkan bahwa kerugian yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah akibat pemadaman yang terjadi pada akhir pekan.
Pemadaman listrik terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 13.00-15.00 WIB, yaitu jam sibuk pelanggan. Saat itu, banyak pengunjung membatalkan rencana untuk datang ke tempat usahanya karena kondisi gelap dan tidak nyaman. Haidar mengaku panik karena tidak ada informasi sebelumnya dari PLN tentang pemadaman tersebut.
Kondisi Saat Pemadaman Listrik
Haidar menjelaskan bahwa saat pemadaman terjadi, ia sedang berada di salah satu tempat usahanya di Samuda. Ia mengatakan bahwa semua wilayah Pandu Raya mati lampu. “Saya cek dengan tim, tapi tidak ada informasi yang diterima sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, Haidar juga mengecek ke lokasi lain seperti gudang di Kradenan, yang juga mengalami pemadaman. Ia menyebutkan bahwa saat itu, tempat usahanya sedang ramai dikunjungi oleh pelanggan, terutama karena hari libur. Banyak tamu yang sudah memesan meja tetapi akhirnya membatalkan kunjungan karena kondisi gelap dan tidak nyaman.
Dampak Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik ini tidak hanya membuat suasana menjadi kacau, tetapi juga memengaruhi pengalaman pelanggan. Haidar mengungkapkan bahwa banyak pelanggan yang merasa tidak nyaman dan memilih pergi. “Tamu-tamu mungkin enggak tahu kondisi, ya mungkin sama-sama lagi panik dan panas, akhirnya ya agak sedikit keos sih kemarin,” katanya.
Ia memperkirakan bahwa kerugian yang dialaminya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Alasannya adalah karena jam pemadaman berada pada waktu prime time, yaitu antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Saat itu, banyak pelanggan yang biasanya masuk dan berbelanja, tetapi harus membatalkan rencana karena situasi yang tidak ideal.
Harapan Pengusaha Terhadap PLN
Haidar berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal jika terjadi pemadaman listrik. Ia menilai bahwa dengan informasi yang cukup, pengusaha dapat mempersiapkan genset sebagai alternatif aliran listrik. “Coba kalau ada komunikasi dulu, ya kita bisa siapkan genset dan kita tetap bisa operasional sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pemadaman mendadak bisa merusak reputasi mereknya. “Karena kalau tiba-tiba mendadak kan kita juga tidak mau customer datang-datang gelap-gelap, mereka pun juga beli dengan produk dan experience yang tidak optimal, ya saya juga enggak mau merusak nama brand saya juga gitu,” tambahnya.
Curhatan di Media Sosial
Haidar sempat membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia menunjukkan foto dari salah satu tempat usahanya di Jalan Pandu Raya yang sedang ramai pengunjung. Beberapa orang tampak kegerahan dan mengipas-ngipaskan daftar menu. Ia menulis bahwa pemilik usaha di sepanjang Jalan Pandu Raya pasti ikut deg-degan karena kejadian ini.
Ia juga menyampaikan penyesalan atas ketidakterlibatan PLN dalam memberikan informasi sebelum pemadaman. “Yang disayangkan adalah tidak ada informasi sebelumnya. Pemadaman mungkin bisa diantisipasi,” tulisnya di media sosial.







