Revitalisasi Sungai Sukalila: Transformasi Ruang Publik Kota Cirebon
Kawasan Sungai Sukalila, yang terletak di tengah Kota Cirebon, kini sedang mengalami transformasi besar-besaran menjadi ruang publik modern dan nyaman bagi masyarakat. Proyek revitalisasi ini tidak hanya fokus pada pengendalian sumber daya air, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas seperti jogging track, pedestrian, taman, hingga penerangan kawasan.
Pemerintah Kota Cirebon bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dan Kodam III/Siliwangi untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Hingga pertengahan tahun ini, progres fisik revitalisasi telah mencapai hampir 30 persen. Target penyelesaian proyek ini adalah akhir tahun 2026.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan bahwa peninjauan lapangan yang dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Dalam peninjauan tersebut, ia bersama Pak Sekda, Danrem, BBWS, Kodam III/Siliwangi, perangkat daerah, PT Pelindo, PT KAI, DPRD, dan seluruh pihak terkait meninjau langsung progres pekerjaan di Sukalila.
Edo mengaku optimistis proyek revitalisasi tersebut dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. “Alhamdulillah progres fisiknya sudah mencapai hampir 30 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini sehingga kawasan Kali Sukalila dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edo, pembangunan fisik bukan satu-satunya fokus dalam revitalisasi kawasan tersebut. Pemerintah juga mulai menata berbagai fasilitas pendukung, termasuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di sekitar Sungai Sukalila dan Kali Baru.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar tertata. Untuk TPS akan kami rapikan bersama, termasuk yang berada di Kali Baru,” jelas dia. Ia menjelaskan bahwa Pemkot Cirebon telah berkoordinasi dengan PT Pelindo terkait rencana pemindahan TPS ke lokasi yang lebih representatif.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PT Pelindo agar nantinya dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih tepat. Namun selama proses penyiapan lokasi baru, pelayanan tetap berjalan. Tidak ada yang dihentikan, karena setiap penataan harus disertai solusi,” katanya.
Selain persoalan tata ruang, kualitas air sungai juga menjadi perhatian utama dalam proyek revitalisasi tersebut. Pemerintah bersama BBWS menyiapkan pemasangan sistem penetral air untuk mengurangi pencemaran dan bau yang selama ini kerap dikeluhkan warga.
“Nantinya akan ada titik-titik penetral air di Sungai Sukalila maupun Kali Baru. Harapannya air menjadi lebih jernih, bersih dan tidak berbau sehingga masyarakat semakin nyaman menikmati kawasan ini,” ujarnya.
Wajah Baru Kota Cirebon
Sementara itu, Kasatker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) BBWS Cimanuk Cisanggarung, Hendra Kurniawan, menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini masih difokuskan pada pembangunan tanggul di sisi kanan dan kiri sungai sebagai fondasi utama revitalisasi.
“Tahapan yang kami kerjakan sekarang adalah penyelesaian tanggul di sepanjang Sungai Sukalila hingga Kali Baru,” ucap Hendra. Setelah pekerjaan dasar tersebut selesai, pembangunan akan berlanjut pada fasilitas publik yang nantinya dapat dinikmati masyarakat.
“Setelah pekerjaan di bagian bawah selesai, baru dilanjutkan dengan pembangunan area atas seperti pedestrian, jogging track, trotoar, pagar pengaman, hingga lampu penerangan kawasan,” jelas dia.
Menurutnya, desain revitalisasi tidak hanya mengutamakan keindahan kawasan, tetapi juga mempertimbangkan aspek pemeliharaan sungai dalam jangka panjang. Karena itu akses khusus tetap disiapkan untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai.
“Selama sekitar sepuluh tahun terakhir, Sungai Sukalila tidak pernah mengalami luapan yang signifikan, baik saat musim hujan maupun rob. Ke depan kami tetap menjaga fungsi pengendalian banjir melalui normalisasi rutin di bagian hilir,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan taman dan ruang publik nantinya tidak akan menghambat aktivitas pemeliharaan sungai. “Karena itu, kami menyiapkan akses khusus agar ekskavator maupun alat amfibi tetap dapat masuk untuk melakukan pemeliharaan, meskipun kawasan di atasnya sudah menjadi taman dan ruang publik,” ujarnya.
Revitalisasi Sungai Sukalila diharapkan menjadi salah satu wajah baru Kota Cirebon yang lebih modern, sehat dan nyaman. Jika rampung sesuai target, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali sumber daya air, tetapi juga menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersantai, dan beraktivitas bersama keluarga.







