Semangat Ngolo, Segofi FTJ 2026 Kumpulkan Warga Jaga Kebersihan Pantai untuk Wisata Berkelanjutan

by -
Semangat Ngolo, Segofi FTJ 2026 Kumpulkan Warga Jaga Kebersihan Pantai untuk Wisata Berkelanjutan

Gerakan Wisata Bersih di Pantai Disa Menjadi Simbol Kolaborasi untuk Pariwisata Berkelanjutan

Ratusan warga, pelajar, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah turut serta dalam kegiatan Gerakan Wisata Bersih di Pantai Disa, Halmahera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menyongsong Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai penunjang pariwisata berkelanjutan.

Selain aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga diisi dengan talkshow mengenai pariwisata berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Acara ini menjadi momentum penting dalam menunjukkan komitmen masyarakat dan pemerintah setempat terhadap pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Semangat Gotong Royong Mewujudkan Kebersihan Lingkungan

Gerakan Wisata Bersih yang dilaksanakan di kawasan pantai Wisata Disa, Desa Ropu Tengah Balu (RTB), Kecamatan Sahu, Halmahera Barat, pada Jumat (19/6/2026), merupakan inisiatif dari Pemerintah Desa setempat. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Barat.

Baca Juga:  2030 RI Diprediksi Jadi Negara Terbesar Dalam Perekonomian

Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari ratusan masyarakat, jajaran Kantor Camat Sahu, personel Polsek Sahu, Koramil Sahu, hingga para guru dan pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, sampai Sekolah Menengah Atas. Partisipasi aktif berbagai pihak tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran kolektif bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

Peran Pemerintah dalam Memperkuat Kesadaran Lingkungan

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Halmahera Barat, Reinhard Bunga, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa gerakan kebersihan yang mengusung semangat “Segofi Ngolo” atau langkah menjaga kebersihan ini merupakan bagian penting dari upaya membangun fondasi pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing.

Menurutnya, tema FTJ 2026 yang menitikberatkan pada kolaborasi warisan budaya untuk pengembangan wisata berkelas harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai aset utama daerah.

“Pariwisata yang maju tidak hanya berbicara tentang atraksi dan promosi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan lestari,” ujarnya.

Baca Juga:  Perbedaan TKA 2025 Tiap Gelombang Beserta Jadwalnya, Ini Kata Kemendikdasmen

Reinhard menekankan bahwa budaya menjaga kebersihan harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang festival. Sebab, kualitas lingkungan akan sangat menentukan pengalaman wisatawan sekaligus citra daerah di mata publik.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Gerakan Wisata Bersih Halmahera Barat, sebuah inisiatif yang mendorong terciptanya destinasi wisata yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Talkshow Pariwisata Berkelanjutan untuk Sinergi Lintas Sektor

Selain Gerakan Wisata Bersih, rangkaian kegiatan turut diisi dengan Talkshow Pariwisata Berkelanjutan yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia untuk membahas pentingnya pembangunan sektor pariwisata yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Sekitar 200 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Sekda Halbar Julius Marau bersama sejumlah OPD, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan, semakin mempertegas bahwa pembangunan pariwisata merupakan agenda bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat berharap semangat kolaborasi yang terbangun dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Dua Remaja Terseret Jurang dari Puncak Gunung Bandung

“Hal ini agar FTJ 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga warisan alam demi generasi yang akan datang,” pungkasnya.