Menurut Uding, setelah warga menutup jalan menuju galian pasir, sudah tidak ada truk yang mengangkut pasir. Namun, di lokasi galian pasir ini masih terdapat beberapa alat berat dan mesin menyedot pasit. Bahkan sejumlah pegawai galian pasir masih menjaga lokasi tersebut. “Kami tetap mengawasi gerak gerik galian pasir ini. Sebab, bila galian pasir ini beroprasi lagi, kami bersama warga akan langsung menyetopnya,” ujarnya.

Sejak dibukanya pendaftaran masuk Istana Bogor Senin 7 Mei lalu hingga Rabu (12/5/2009) saat ini sudah lebih dari 5000 pendaftar. Warga yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan tiket masuk Istana bukan hanya datang dari Jabotadetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) bahkan dari berbagai daerah di Tanah Air, termasuk ada pendaftar dari Jepang.