Disperindag Kontrol Harga Bahan Pokok

by -7 views

NGAMPRAH, (PRLM).- Untuk mengontrol harga bahan pokok, Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Batujajar. Dalam kegiatan itu terlihat, beberapa komoditas bahan pokok sudah mengalami tren kenaikan harga. Di antaranya, yaitu daging sapi lokal, daging ayam broiler, cabe merah dan bawang putih.

Menurut Kepala Disperindag Kab. Bandung Barat, Weti Lembanawati, kenaikan harga rata-rata antara Rp 3.000-Rp 5.000. “Dalam seminggu, tren harga perlahan naik. Hal itu terlihat dengan kenaikan harga Rp 500 per hari,” kata Weti saat ditemui di Pasar Batujajar, Jln. Raya Batujajar Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/7).

Dia menjelaskan, pada saat sidak, daging sapi lokal naik dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 per kilo. Untuk daging ayam broiler yang sebelumnya Rp 24.000-Rp 25.000, saat ini menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Sementara cabe merah dan bawang putih, ucapnya, mengalami kenaikan harga Rp 4.000 per kilogram. Dia mengatakan, sebelumnya harga cabe Rp 26.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih, ucapnya, naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram.

Meski rata-rata harga komoditas naik, minyak goreng curah malah terjadi penurunan. Weti menyatakan, minyak goreng yang sebelumnya sempat naik, saat ini kembali ke harga semula. “Pekan lalu, harga minyak curah naik dari Rp 10.000-Rp 11.000 menjadi Rp 12.500 per kilogram. Namun, saat ini, harga kembali menjadi Rp 10.000 per kilogram.

Selain mengontrol harga bahan pokok, Weti menutukan, pelaksanaan sidak sekaligus memeriksa kondisi bahan makanan olahan. Hal itu bertujuan agar bahan makanan olahan kadaluarsa dan tanpa izin, tidak beredar di pasar.

Weti berharap, kegiatan ini, dapat menekan kenaikan harga berbagai bahan pokok menjelang Ramadan. Sebagai upaya, Disperindag akan melayangkan surat kepada para distributor bahan pokok di kawasan Kab. Bandung Barat, supaya memerhatikan tren kenaikan harga.

“Harga jual akan menyesuaikan jumlah permintaan. Berdasarkan itu, kenaikan harga memang wajar terjadi. Namun, kami terus berupaya membatasi agar kenaikan tidak terlalu signifikan,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang daging sapi di Pasar Batujajar, ipang (22) mengakui peningkatan jumlah pembeli pada dua pekan terakhir. Bahkan, menurutnya, beberapa konsumen membeli daging dalam jumlah relatif banyak.

“Tidak ada kendala mengenai pasokan daging sapi. Soalnya, distribusi daging dari penjagalan Ciroyom selalu lancar,” ucapnya. (CA-12/A-26)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/195411