Pemerintah Diminta Lakukan “Emergency Respons” atas Kekeringan

by -5 views

SUMBER,- Bendung Jati Gede diharapkan bisa dioperasikan tahun 2013 sehingga dapat mengairi sedikitnya 80 ribu hektare lahan sawah di wilayah Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekeringan di wilayah tersebut.

“Kalau tidak segera dioperasikan, pemerintah harus menyediakan pompa air di lokasi tersedianya air untuk memanfaatkan air bawah tanah. Nanti saya minta ke Kementrian Pertanian setelah memverivikasi atas terjadinya kekeringan ini,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRRI, H. Herman Khaeron saat meninjau lahan sawah yang mengalami kekeringan di Desa/Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/7).

Disebutkan ada sekitar 8.866 hektare sawah yang tersebar di 34 kecamatan yang mengalami kekeringan di Cirebon dan berpotensi akan terjadinya puso.

Terkait persoalan ini, Herman meminta pemerintah harus melakukan “emergency respons” apakah segera dilakukan pompanisasi, pengeboran air bawah tanah atau dengan cara membangun embung sehingga pada musim hujan bisa menampung air dan bisa dimanfaatkan pada musim kemarau.

Ditanya mengenai renana pemerintah akan memberikan kompensasi terhadap petani yang lahan padinya mengalami puso, Herman mengatakan, biaya sebagai kompensasi tersebut nanti secara teknis ada pada Kementrian Pertanian, termasuk kriterianya apa saja. Kompensasi itu tentunya setelah dilakukan verivikasi terlebih dahulu.

Dijelaskan, yang dinyatakan puso itu diakibatkan perubahan iklim, seperti yang terkadi saat ini, pada bulan sekarang biasanya ketersediaan air masih cukup, namun kenyataannya sekarang sudah tidak ada. Baru separuh musim tanam sudah kekeringan.

“Oleh karenanya perlu ada emergency respons dari pemerintah, dan ada sekitar 300 miliar dana yang dicadangkan untuk kompensasi lahan padi yang mengalami puso,” kata Ketua DPP Partai Demokrat tersebut.

Herman menambahkan, jikabterjadi kekeringan seperti sekarang dan mengalami puso diperkirakan akan mengganggu ketersediaan pangan. Namun, dari hasil panen sebelumnya yakni periode musim tanam September-April, dirinya yakin, masih cukup untuk memenuhi kebutuhan di Cirebon.(A-146/A-89).***

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/197094