50.000 Hektare Lahan Kritis di Kabupaten Cianjur

by -6 views

Lahan kritis di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar 50.000 hektare. Sebagian besar lahan kritis tersebut merupakan lahan bekas galian C yang tidak direklamasi.

Dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, sebanyak delapan kecamatan menjadi kecamatan dengan lahan kritis terbesar. Diantaranya Kecamatan Gekbrong, Warung Kondang, Sukaresmi, Cikalong, Agrabinta, dan Leles. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Cianjur, Mochamad Ginanjar saat ditemui di kantornya, Jalan Raya Bandung, Rabu (12/9/12).

“Lahan kritis ini rencananya akan kami jadikan ruang terbuka hijau dengan melakukan reboisasi. Hingga saat ini baru tiga lokasi RTH yang ada di Kabupaten Cianjur, yakni Babakan Karet, kawasan Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, serta bekas Terminal Muka,” tuturnya.

Jumlah RTH tersebut, kata Ginanjar, sangat kurang. Pasalnya, dari Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Cianjur diharuskan mempunyai sekitar 60 persen dari luas wilayahnya, namun data Badan perencanaandan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cianjur, luas RTH baru ada sekitar 30 persen.

Ginanjar menuturkan tahun ini Dishutbun menyiapkan anggaran senilai Rp2,8 Miliar untuk mereklamasi lahan kritis menjadi RTH. Anggaran tersebut berasal dari anggaran Kementerian Kehutanan dan sisanya sebesar Rp 1,2 M dari APBD Cianjur. (A-186/A-88)***

Sumber: www.pikiran-rakyat.com