KBRI: WNI yang Ditembak di Malaysia Anggota Geng Perampok

by -5 views

ilustrasi

Seorang WNI dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan polisi di Malaysia pada 7 September lalu. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur mengatakan, korban tewas adalah anggota komplotan perampok yang memang meresahkan warga.

Kepada VIVAnews, Kamis 13 September 2012, Juru Bicara KBRI Kuala Lumpur, Suryana Sastradireja, mengatakan bahwa korban tewas bernama Ahmad Romli berusia 38 tahun asal Probolinggo, Jawa Timur. Suryana menjelaskan, korban adalah satu dari empat perampok yang dikenali identitasnya oleh kepolisian.

“Rencananya besok mayatnya akan dipulangkan dengan pesawat Garuda ke Jakarta,” kata Suryana.

Suryana mengatakan bahwa Romli adalah anggota gembong perampok bernama Kelompok Baju Hitam. Dua hari sebelum diterjang timah panas polisi, Romli dan komplotannya merampok rumah seorang warga negara Jepang di Perumahan Meru, Ipoh, Jelapang, Negeri Perak.

Pembantu di rumah tersebut, yang juga WNI, mengatakan tahu betul bahwa para perampok adalah orang Indonesia, dengan mengenali aksen bicara mereka. Dalam pelacakan setelahnya, polisi menemukan mobil Proton yang digunakan pelaku untuk merampok.

“Mereka melakukan perlawanan, polisi membalas menembak dan menewaskan empat orang. Ditemukan bukti dalam mobil berupa senjata semi otomatis, tiga parang, laptop, kamera dan perhiasan,” kata Suryana.

Dari keempat korban, hanya Ahmad Romli yang dikenali identitasnya sebagai WNI. Sementara tiga lainnya masih belum diketahui asal-usul dan identitasnya. Namun, menurut catatan polisi, sebagian besar dari pelaku sudah memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Identifikasi juga semakin sulit karena kebanyakan WNI yang tinggal di Malaysia tidak menggunakan nama asli. “Misalnya, polisi di Malaysia mengenali pelaku sebagai A, namun ternyata nama asli yang dikenal keluarga adalah B,” kata Suryana.

“Ini terjadi waktu kasus kecelakaan yang menimpa WNI asal Medan yang tercatat bernama Petrus. Wajahnya sudah rusak sehingga tidak dikenali, keluarga juga tidak kenal. keluarga tahunya namanya Simon. Ternyata dia ganti nama,” lanjutnya lagi. (ren)

Sumber : www.viva.co.id