Dua Warga Cianjur Hilang Akibat Longsor

by -3 views
Foto : sindo
Foto : sindo

DUA warga Kampung Legok Lebe RT 02/07, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, tewas akibat tertimbun longsor tebing di perbukitan Gunung Karanggantung Beunying, kemarin. Tiga lainnya mengalami luka cukup serius. Kedua korban meninggal diketahui kakak beradik yang tinggal di satu rumah yakni Mita, 9; dan Andi, 5.Tiga korban luka yaitu Yayah, 50 (ibu korban) serta kedua saudaranya Rahmat, 14; dan Rita,12.

Sebelum longsoran tanah dari tebing di perbukitan Gunung Karanggantung Beunying sempat terdengar suara gemuruh sebanyak dua kali. Namun, suara gemuruh yang kedua terdengar cukup lama hingga mengagetkan warga. ”Saya mendengar suara gemuruh, yang pertama sebentar, dan yang kedua cukup lama. Karena tidak tahu yang terjadi, saya melanjutkan untuk ambil wudu,” ujar warga sekitar, Musliah,33.

Setelah hampir 20 menit setelah gemuruh berlangsung, dia mendengar suara teriakan meminta tolong. ”Tidak berlangsung lama, warga berdatangan dan melihat sebuah rumah tertutup tanah longsoran dari bukit,” katanya. Ketua RT setempat, Nandang mengatakan, di lokasi longsor terdapat 8 rumah, namun 7 rumah di antaranya kosong karena ditinggalkan para penghuni.

Sedangkan 1 rumah dihuni Yayah bersama empat anaknya. ”Kemungkinan korban tak keburu menyelamatkan diri ketika material longsoran tanah dari atas bukit menerjang rumah mereka.Yayah dan dua anak berhasil selamat meski mengalami luka,” katanya. Kepala Desa Pakuon Herman Hidayat mengaku sebelumnya telah mengingatkan keluarga tersebut untuk selalu waspada, karena rumah yang dihuni berada persis di bawah tebing yang rawan longsor.

Namun, peringatan tersebut diabaikan penghuni rumah.”Sudah berkali-kali diingatkan, bahkan saudaranya sendiri juga sudah memperingatkan. Mungkin sudah musibah, ini merupakan kejadian pertama kali di Pakuon,”ucapnya. Lima warga Tugaran RT 03/12,Desa Sindanglaya,Kecamatan Cipanas,Kabupaten Cianjur, tertimbun ribuan kubik sampah bercampur tanah di kawasan tebing Babakan Cisarua.

Empat orang berhasil selamat, satu orang tertimbun dan masih dalam pencarian. Empat korban selamat yakni Sartono, 40; Umar, 40; Tatang, 40; dan Lukman, 25, warga Kampung Tugaran, Desa Sindanglaya. Sedangkan,Acep,50, warga Tugaran, Desa Sindanglaya, masih tertimbun.Saat itu, kelimanya akan memperbaiki pipa saluran air milik salah satu hotel yang rusak akibat tertimpa material sampah.

Sekitar 40 rumah di Kampung Jalimun RT 4/13, Desa Cipanas, Kabupaten Cianjur terendam banjir. Musibah itu karena sungai di sekitar wilayah tersebut meluap. Beberapa rumah milik warga rusak akibat diterjang air. Hampir semua perabotan hanyut terseret air. Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi saat hujan deras pada Jumat (18/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Saluran air di wilayah tersebut tidak mampu menampung debit air karena tersumbat reruntuhan tembok penahan tebing Istana Cipanas.Air pun meluap hingga merendam 40 rumah warga. Ketua RT setempat, Baban Banisyah mengatakan, banjir yang merendam puluhan rumah warga itu baru kali pertama. Saat peristiwa, sebagian besar warga sedang tidur. ”Tiba- tiba rumah saya terendam banjir. Saya segera keluar.Ternyata di luar, air menggenangi permukiman warga,”katanya.

Di Kabupaten Subang, banjir merendam ribuan rumah warga. Menurut catatan data Taruna Siaga Bencana (Tagana), bencana menimpa lima kecamatan di Kabupaten Subang. Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun waduk mini untuk mengatasi persoalan banjir di Jakarta. Waduk-waduk mini tersebut dibangun di sepanjang jalur sungai Ciliwung dan Citarum yang bermuara ke ibu kota.

Di bagian lain, perusahaan angkutan dan perajin bordir asal Tasikmalaya merugi akibat banjir di Jakarta. Selain terpaksa harus mengandangkan angkutannya,para perajin bordir terpaksa menyimpan barang dagangannya hanya untuk dijadikan stok. ricky susan/ heru muthahari/ nanang kuswara/ agung bakti sarasa

Sumber : seputar-indonesia.com