Pemkab Purwakarta Petakan Kembali Titik Longsor

by -13 views
Foto : sindo
Foto : sindo

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Purwakarta kembali memetakan titik gerakan tanah sebagai bentuk peringatan terhadap wilayah rawan longsor.

Kepala Dinas ESDM Kabupaten Purwakarta Wawan Tarasamana Setiawan mengatakan, pemetaan titik lokasi rawan pergerakan tanah itu sebagai bentuk antisipasi bagi pemerintahan daerah yang masuk dalam lokasi rawan bencana. Dia mengungkapkan, pemetaan tersebut sebenarnya didasari oleh peta lama yang tidak banyak mengalami perubahan.

Dia menyebutkan, wilayah Kabupaten Purwakarta masuk dalam salah salah satu daerah rawan bencana. Terdapat dua zona yang patut diwaspadai terutama di Kecamatan Sukatani, yang meliputi Desa Cianting; Sukajaya; Cijantung; dan Panyindangan.

Selain itu,Kecamatan Wanayasa antara lain Desa Sukadami; Ciawi; dan Taringgul Tonggoh serta Kecamatan Pasawahan meliputi Ciherang, Cidahu, dan Kertajaya; Kecamatan Purwakarta meliputi Kelurahan Sindangkasih, dan Kelurahan Nagri Kidul; Kecamatan Pondok Salam meliputi Desa Salam Mulya,Kecamatan Jatiluhur meliputi Desa Parakan Lima dan Cisalada; serta Kecamatan Darangdan hanya satu desa,yaitu Desa Sawit.

“Untuk zona kuning, hampir merata di semua kecamatan. Dengan pemetaan seperti ini, aparat pemerintah kecamatan dan desa dapat mengetahui lebih awal jika daerahnya menjadi yang paling diantisipasi. Curah hujan yang begitu tinggi memaksa kami dan jajaran dibawah untuk tetap waspada,” kata Wawan,kemarin.

Dia menyebutkan, peta rawan bencana itu sudah didistribusikan ke sejumlah kecamatan agar bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mewaspadai bencana yang bisa saja terjadi. Menurut dia, hingga saat ini belum ada laporan tanah longsor yang terjadi di wilayah Purwakarta. Daerah Purwakarta memiliki potensi terjadinya bencana longsor dengan ketebalan 100 meter. “Karakteristik tanah lempung,jika terkena panas ngeprul, tapi jika kena hujan rentang terbawa arus,”ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, hujan yang mengguyur Purwakarta kemarin, mengakibatkan tebing salah satu bukit di Kampung Batulayang RT 01/04 Desa Cikao Bandung Ambrol. Materia tanah nyaris saja mengubur lima rumah yang berada di bawahnya. Beruntung longsoran hanya menimpa sebagian kecil dinding dan halaman saja. Sehingga para penghuni rumah yang terdiri dari delapan kepala keluarga itu dievakuasi ke Yayasan Pesona Putra Talaga yang letaknya tidak terlalu jauh.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi banjir dan kini sudah surut.Namun,bahaya yang kini mengancam adalah tanah longsor. Gerakan tanah sudah terjadi sekitar lima meter dari tinggi bukit 20 meter. Untungnya tidak ada korban jiwa dan semua penghuni telah dievakuasi,” ujar Kepala Desa Cikao Bandung Saeful Hidayat.

Puluhan Rumah Rusak, 13 Jiwa Mengungsi

Dua rumah warga di Kampung Cipacing Desa Cibitung Kecamatan Sagaranten,Kabupaten Sukabumi, ambruk akibat pergerakan tanah. Selain itu,puluhan rumah warga lainnya rusak. Peristiwa pergerakan tanah ini sudah terjadi sejak empat hari terakhir. Hingga kemarin, sebanyak 13 jiwa yang menghuni dua rumah dan puluhan rumah rusak terpaksa diungsikan di dua tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pemerintah daerah belum bisa memastikan penyebab terjadinya pergerakan tanah di daerah tersebut.Untuk mengetahui kejadiaan ini, pemkab menerjunkan tim Geologi dari dinas pertambangan dan energi (Distamben). “Pendataan masih terus dilakukan terutama jumlah penghuninya, namun sebanyak 13 jiwa sudah mengungsi ke tenda darurat,” terang Camat Sagaranten Tamtam Alamsyah.

Menurut Tamtam,peristiwa ambruknya rumah warga di Desa Cibitung terjadi di tengah guyuran hujan deras. Gejala alam ini tidak hanya menyisakan genangan air saja,tapi juga menyebabkan tanah di lokasi pemukiman warga terbelah, bahkan di beberapa lokasi sempat menimbulkan longsor berskala kecil.

Sementara itu,Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo menjelaskan upaya tanggap bencana telah dilakukan dengan membangun dua tenda darurat untuk menampung para pengungsi korban bencana yang rumahnya ambruk. asep supiandi/ toni kamajaya

Sumber : seputar-indonesia.com