Tembok Penahan Arus Anak Sungai Cisanggarung Kuningan Ambrol

by -5 views

Bangunan tembok penahan gerusan air terhadap lahan permukiman warga Desa Mulyajaya, Kec. Cimahi, Kab. Kuningan di tepi anak Sungai Cisanggarung ambrol dihajar luapan arus air sungai tersebut. Akibatnya, beberapa rumah dan lahan permukiman penduduk di desa itu, kini kembali terancam tergusur gerusan arus sungai tersebut.

“Kalau tidak segera ditangani, saya memprediksi satu kali lagi terjadi luapan sungai saja, seluruh bangunan tembok penahan tebing (TPT) sepanjang 25 meter di sisi tekukan sungai itu akan habis,” ujar Kepala Desa Mulyajaya, Agus Priatna di kantor desa, Kamis (31/1/13).

Agus menyebutkan, bangunan TPT tersebut baru dibuat pada awal tahun 2012.

Agus Priatna dan Kepala Urusan Pembangunan Desa Mulyajaya Julius, menambahkan, sungai yang bermuara ke Sungai Cisanggarung itu, memiliki karakter selalu kering dalam musim kemarau. Sebaliknya pada musim hujan sering meluap dengan arus air kuat menerjang serta menggerus tanah tebing alur sungai hampir di setiap tekukan alurnya.

Malahan sejak beberapa tahun terakhir bagian alur sungai di sekitar lingkungan permukiman warga RT 05/01, di desanya itu secara berangsur-angsur telah beralih puluhan meter mengikis serta menyita lahan pekarangan rumah warga di lingkungan RT tersebut.

“Oleh karena itu, atas usulan kami, kecamatan, dan Pemkab Kuningan, pada awal tahun 2012 tebing tepi sungai yang sudah tersosok arus air itu ditanggulangi BBWS dengan membuat TPT sepanjang lebih kurang 25 meter,” kata Agus Priatna.

Namun, saat sungai itu meluap pada Minggu (27/1) awal pekan ini, arusnya menghajar serta menyosok tanah hingga mengakibatkan bagian hulu ujung TPT itu ambrol. Menyikapi masalah sungai tersebut, Agus Priatna menyatakan pihaknya telah meminta kepada pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung agar alur sungai di sekitar permukiman warga RT 5 tersebut, direlokasi ke alur semula disertai pembuatan bangunan penahan arus agar tidak kembali menyosok ke arah permukiman warganya. (A-91/A-88)***

Sumber : pikiran-rakyat