Siswa UN SLTP Nginap di Sekolah Akibat Banjir

by -39 views

20130422 jbr hal 1 (Banjir, Siswa UN Nginap di Sekolah)Peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan sederajat diizinkan menginap di sekolah jika akses menuju lokasi ujian terendam banjir. Hari ini, sebanyak 665.079 siswa di Jawa Barat mengikuti ujian.

“Seperti sebelumnya, kami masih khawatir terjadi musibah banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung pada pelaksanaan UN kali ini. Sebab, banjir akan menghambat aksesibilitas para peserta UN,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung Juhana kemarin. Dia mengimbau para siswasiswi peserta UN menginap di sekolah atau menginap di rumah rekan maupun sanak saudara.

“Pihak sekolah harus menyediakan ruangan yang bisa dipakai untuk menampung siswa peserta UN,” katanya. Sebanyak 35.000 siswa dari 290 sekolah mengikuti ujian di Kabupaten Bandung. “Mudahmudahan dokumen Lembar Jawaban Komputer (LJK) akan lebih baik dari UN SMA sebelumnya,” ucapnya. Bupati Bandung Dadang M Naser menyarankan peserta UN dapat mengantisipasi sulitnya akses jalan karena banjir dan kemacetan.

“Bagi mereka yang ada di daerah rawan banjir agar menginap sementara di sekolah,” katanya. Menurut dia, bencana banjir sangat memungkinkan siswa terlambat datang ke sekolah karena jarak tempuh lebih jauh akibat harus menghindari genangan air. Di Kabupaten Sumedang, siswa peserta UN tingkat SMP yang mengalami kendala akan diusahakan tetap mengikuti ujian dengan cara dijemput.

Kendala terburuk diantisipasi oleh dinas pendidikan adalah peserta yang mengalami kecelakaan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan, seperti yang telah dipelajari saat UN SMA dan sederajat, kemungkinan kendala yang akan dihadapi adalah kekurangan naskah soal atau salah distribusi soal. DPRD Kabupaten Cianjur meminta UN SMP tidak terulang lagi karut-marut seperti dalam pelaksanaan UN SMA beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur Jimmi Perkasa Has meminta dinas pendidikan benar-benar mengawasi dan bertanggung jawab penuh. Para peserta UN SMP agar tidak terpancing dengan oknum tidak bertanggung jawab yang memberikan kunci jawaban. “Yakin dan percaya diri saja ketika mengisi lembar jawaban, jangan sampai terpancing,” ucapnya. Kemarin, Disdik Kota Cirebon maupun Kabupaten Cirebon belum menerima naskah soal IPA.

Sementara, jumlah naskah soal untuk mata pelajaran Bahasa Inggris ternyata masih kurang. Selain naskah soal IPA untuk UN utama, Disdik Kota Cirebon belum menerima naskah soal IPA dan IPS untuk UN Paket B Setara SMP yang juga mulai digelar pada hari sama. Wakil Sekretaris I Panitia UN sekaligus Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon Sarjana Al Suteja mengatakan,

untuk mengatasi kekurangan ini pihaknya akan memfotokopi naskah soal yang ada. “Berdasar pengalaman UN SMA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengarahkan agar memfotokopi saja naskah soal ujian jika ditemukan kekurangan dengan pengawalan polisi dan tim pemantau independen,” ujarnya.

665.079 Siswa SMP Ikuti UN

Sebanyak 665.079 siswa tingkat SMP/ MTs di Jabar mengikuti UN hari ini. Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi mengatakan, persiapan UN SMP pada tahun ini sudah cukup maksimal. Pihaknya berupaya memberikan yang terbaik agar pelaksanaan UN SMP tidak seperti UN tingkat SMA dan sederajat yang agak kurang baik dalam penyelenggaraannya.

Kemarin, naskah soal UN sudah didistribusikan ke rayon dan subrayon kabupaten dan kota. Terkait keterlambatan pendistribusian soal IPA, tidak terlalu jadi masalah besar. “Kami memprioritaskan tiga soal yang akan diujikan terlebih dahulu. Karena soal IPA akan diujikan pada Kamis (25/4),” ucapnya. Sebanyak 996 dus berisi lembaran soal UN SMP untuk Kota Bandung dibongkar di SMPN 9 Bandung.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji, soal UN itu akan langsung didistribusikan ke masing-masing subrayon . Di Kota Bandung, terdapat 38.055 peserta UN yang terdiri dari 34.443 siswa SMP, 2.727 siswa MTs, dan 885 peserta Paket B. Sementara itu, setiap 10 personel kepolisian dari Polrestabes Bandung akan ditempatkan di setiap sekolah untuk menjaga penyelenggaraan UN tingkat SMP.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memastikan ujian nasional (UN) SMP dan sederajat lebih siap dibandingkan pelaksanaan UN SMA. Naskah soal ujian sudah sampai di kabupaten/ kota. Pihaknya telah mengantisipasi keterlambatan pengiriman naskah soal ujian sebagaimana yang terjadi pada UN SMA kemarin. Oleh karena itu langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengalihkan pencetakan naskah soal dari PT Ghalia Indonesia Printing (GIP) ke tiga percetakan lain.

Dia mengaku pengalihan pencetakan itu membuat distribusi naskah soal ke 11 provinsi, yang pada UN SMA kemarin terkendala, sudah terlaksana dengan baik. “Alhamdulillah semuanya sudah terkirim ke 11 provinsi, terutama di NTB dan NTT, “ katanya. iwa ahmad sugriwa/ zulfikar/ricky susan/ erika lia/CR-1/ dila nashear/raden bagja mulyana/neneng zubaidah

sumber+foto:koran-sindo.com