Menkeu Akui Kesenjangan Ekonomi RI Semakin Tajam

by -11 views
(VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
(VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

Menteri Keuangan, Chatib Basri, Jumat 31 Mei 2013, mengaku bahwa kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin semakin tinggi di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya rasio koefisien gini dari 0,39 menjadi 0,41.

Koefisien gini adalah angka statistik untuk mengukur kesenjangan pendapatan dan kekayaan suatu negara. Semakin tinggi rasio (maksimal 1), maka makin tinggi pula ketimpangan kekayaan suatu negara.

Menurutnya, tingginya jurang ekonomi di Indonesia bukan disebabkan oleh orang kaya semakin kaya dan orang miskin makin miskin, melainkan kekayaan kelompok kelas atas lebih cepat dibandingkan masyarakat kelas bawah.

Chatib menjelaskan, cepatnya pertumbuhan ekonomi kelas menengah ke atas disebabkan tumbuhnya harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi kelas bawah tumbuh melambat.

“Orang menengah atas yang punya usaha cafe dan perkebunan tumbuh luar biasa cepat. Kelompok pendapatan ke bawah naik minus dua persen, sedangkan kelas atas tumbuh tujuh persen,” katanya.

Data inilah, menurut Chatib, yang menjadi alasan pemerintah merencanakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebab, subsidi BBM saat ini salah sasaran karena lebih banyak dinikmati kalangan kelas menengah ke atas.

Agar kelas menengah ke bawah tidak terpukul, lanjutnya, maka pemerintah menyiapkan kompensasi untuk menjaga tingkat konsumsi. “Salah satu cara perbaiki koefisien gini adalah menurunkan subsidi BBM,” katanya. (asp)

sumber+foto:vivanews