Tunjangan Guru di Garut Diselewengkan

by -6 views
ilustrasi
ilustrasi

Ketua SEGI (Serikat Guru Indonesia) Kabupaten Garut, Imam Taufiq Tamami menduga dana TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) di Garut sebesar Rp82 miliar diselewengkan dengan cara diendapkan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Garut.

“Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan berupa bunga baik deposito maupun giro,” kata Imam kepada FOKUSJabar.com.

Dugaan penyelewengan dana karena adanya perjanjian antara Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan BRI pada 9 Maret 2013 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Garut, Mahmud dan Kepala Cabang BRI Garut Hendrastyo. Isi perjanjian itu terkait penyaluran dana TPP dilakukan melalui BRI.

Akibat perjanjian tersebut, para guru diwajibkan membuat rekening baru, meskipun hampir semua guru penerima tunjangan memiliki rekening BRI. Pembuatan rekening dilakukan secara kolektif di setiap sekolah.

“Para guru hanya menyerahkan pas foto, fotocopy KTP dan dua buah materai. Kenapa harus buat rekening baru bukannya disalurkan ke rekening yang sudah ada saja,” ucapnya.

Selain itu, dana yang seharusnya diterima paling lambat akhir April 2013, hingga saat ini baru untuk tiga bulan, padahal jumlah tunggakan tunjangan sebanyak lima bulan dari tahun 2012 lalu.

“Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41 tahun 2013, harusnya sudah lunas. Hingga saat ini jumlah guru penerima tunjangan sekitar delapan ribu orang,” bebernya.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, M. Riswanda mengatakan, penyimpanan dana tunjangan di BRI akan disalurkan bagi guru di tingkat SMA sebesar Rp8 miliar.

Dana TPP tingkat SD dan SMP sebesar Rp74 miliar disalurkan melalui Bank Jabar Banten, karena adanya perjanjian pemerintah pusat tentang penyaluran tunjangan guru SD dan SMP melalui BJB.

“Guru SMA diperbolehkan melalui bank lain. Saya tidak tahu alasannya kenapa ke BRI, yang jelas sudah ada MoU dengan Pak Kadis,” ungkapnya.

Hingga berita diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Mahmud belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya pun sedang tidak aktif. (JAT)

sumber:fokusjabar.com