Praja dan Staf IPDN Tahu Skandal Rektor, Tapi Bungkam

by -14 views

ipdnSejak pertama kali berita itu muncul di Tribun perihal skandal YoTube dan Facebook yang menyeret rektor IPDN, mahasiswa IPDN atau para Praja sudah mengetahuinya. Sebagian mengaku tidak percaya, kaget, sekaligus prihatin.

Gubernur Praja, Ali Akbar  mengungkapkan, kalau dia tidak bisa mengomentari berita yang menyeret nama orang nomor satu di IPDN tersebut. Menurutnya, bukan kapasitas dirinya untuk mengomentari.

“Tahu (skandal YouTube), cuma ya maaf. Saya enggak bisa bilang apa-apa,” katanya dengan mimik wajah seperti kebingungan saat ditemui di IPDN, Jatinangor, Jumat (21/6).

Sejumlah Praja yang ditemui Tribun sebagian besar mengaku tahu perihal Skandal YouTube dan Facebook. Namun, lagi-lagi tidak mau berbicara banyak perihal Nyoman.

Salah seorang staf IPDN yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, kabar seputar Skandal YouTube dan Facebook sebelum mengemuka di media massa sudah diketahui. Hanya tidak ada yang mau menyampaikannya secara langsung kepada rektor IPDN.

“Saya waktu itu dikasih tahu oleh seorang teman. Waktu tayangan di YouTube itu baru cuma beberapa orang saja yang menontonnya. Langsung saya print out dan saya berikan kepada pimpinan. Mereka sungkan, karena katanya ini ranah pribadi. Padahal, saya bilang ini membawa institusi jadi enggak perlu khawatir. Tapi, ya sudah begini jadinya,” ujar staff IPDN tersebut.

Sejumlah wartawan memburu Rektor IPDN, I Nyoman Sumaryadi, namun tidak ada di tempat, Jumat (21/6). Kehadiran wartawan hendak melakukan konfirmasi perihal statemen Mendagri yang menyebutkan, rektor IPDN akan mengundurkan diri dalam satu dua hari ini.

Meski datang cukup pagi, pemburu berita hanya bisa bertemu Kabag Humas IPDN, Ujud Rusdia. Wartawan sempat  beradu argumen dengan Ujud. Pasalnya, semula ia tak mau memberikan statemen, terlebih disorot kamera. Ujud hanya memberikan informasi, bahwa rektor IPDN tengah bertugas ke Jakarta. (*)

sumber:tribunnews.com